Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Keterampilan Praktis Setelah Mempelajari Filsafat

Filsafat sebagai salah satu sisi kehidupan manusia tidak hanya berkontemplasi semata atau menghasilkan hal yang tidak penting dan tidak dapat diaplikasikan, filsafat tidak hanya sampai pada penerawangan abstrak seperti halnya perdukunan, ilmu nujum, dan lain-lain yang mengaitkan filsafat dengan ilmu gaib. Filsafat juga memiliki kemampuan praktis yang tentunya dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain, filsafat tidak hanya omong doang atau menghasilkan karya yang kaku, tetapi menghasilkan sesuatu yang bermakna dalam kehidupan yaitu membangun masyarakat yang memiliki pemikiran kritis. Dari mana bisa kelihatan? Kemampuan atau keterampilan praktis setelah mempelajari filsafat antara lain:

  1. Memiliki kemampuan meneliti berbagai ide filsafati dalam bidang religi dan budaya, ilmu, dan teknologi, sosial politik, dan etika baik secara filsafati mau pun dalam perspektif Pancasila
  2. Memiliki keterampilan menerapkan hasil penelitian filsafati dalam bidang keilmuan dan kehidupan seperti penegakan hukum, hak asasi manusia, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, demokratisasi
  3. Memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan dalam masyarakat secara filsafati mau pun dalam perspektif Pancasila
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bidang filsafat, baik secara lisan mau pun tulisan pada tingkat lokal, nasional, mau pun internasional.

Itulah sedikit dari keterampilan praktis setelah mempelajari filsafat, tentu bukan belajar filsafat satu atau tujuh hari melainkan bertahun-tahun lamanya seiring dengan berjalannya hidup secara individu dan sosial, nanti akan kelihatan alasan “mengapa” filsafat sangat patut dipelajari.

Artikel di atas memiliki 5 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • rosyid
    pukul 02:19

    tulisannya keren bro… tapi kayaknya ada yang kurang.

    kegunaan filsafat; “membuat beberapa orang berdebat tidak habis-habisnya daripada nanti mengganggu masyarakat kuas” quote dari seseorang di forum filsafat.

  • attayaya
    pukul 09:22

    berarti lapangan kerjanya banyak dong

  • attayaya
    pukul 09:45

    sore2 gni mo cari pisang goreng

  • semut putih
    pukul 09:10

    wah ternyata filsafat itu bisa di realisasikan dengan suatu tindakan, cuma….mungkin…akan berhadapan dengan ‘kebijasanaan’ penguasa