Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
12 Tokoh Filsafat Pendidikan
  • #6 Booker T. Washington (1856-1915) Pelopor Pendidikan untuk Afrika-Amerika: Lahir dalam perbudakan dan kemudian dibebaskan, Washington pertama-tama mengetahui perbedaan pendidikan dapat membuat kehidupan seseorang. Sebagai seorang pemuda, Washington diangkat menjadi kepala Tuskegee Institute sekarang disebut Tuskegee University, yang pada mulanya merupakan akademi pelatihan guru untuk orang Afrika-Amerika. Dia adalah pemimpin dari perguruan tinggi tersebut sampai saat kematiannya menjemput. Ia menjadi dominan dan berpengaruh di kalangan politisi dan masyarakat umum dan berbuat banyak dalam membuka jalan hak sipil dan penyatuan pendidikan umum. Itu adalah keyakinan bahwa pendidikan Afrika-Amerika merupakan kesempatan terbaik masyarakat dalam meraih kesetaraan sosial dan masa depan yang lebih baik.
  • #7 John Dewey (1859-1952) Pelopor Pendidikan Progresif: Masa itu adalah ketika Dewey menjabat seorang profesor filsafat dan kepala Universitas Chicago, yang memberikan pengaruh paling besar dalam pendidikan dan dipromosikan banyak reformasi pendidikan melalui sekolah eksperimentalnya. Adalah pandangan Dewey bahwa anak-anak harus didorong untuk mengembangkan “free personalities” dan bahwa mereka harus diajarkan bagaimana untuk berpikir dan untuk membuat penilaian daripada hanya memiliki kepala mereka diisi dengan pengetahuan. Dia juga percaya bahwa sekolah adalah tempat di mana anak-anak harus belajar untuk hidup secara kooperatif. Seorang anggota serikat guru pertama, ia adalah orang yang serius dalam bidang hak guru dan kebebasan belajar (academic freedom).
  • #8 Maria Montessori (1870-1952) Pelopor Pendidikan Individual: Metode Montessori bisa menjadi pilihan populer bagi banyak orangtua yang mencari pendidikan alternatif bagi anak-anak mereka, terutama untuk anak usia dini sampai usia utama. Sebelum dia menaruh minat pada pendidikan, Montessori adalah wanita pertama di Italia yang mendapatkan pelatihan untuk menjadi seorang dokter. Ia ditugaskan menjabat sebagai bagian perawatan medis untuk menangani pasien dari rumah sakit jiwa dan di sanalah ia menemui anak-anak yang memiliki “keterbelakangan”, hal ini adalah sebab utama yang membakar kecintaannya pada pendidikan. Dimulai dengan fasilitas tempat penitipan anak di salah satu lingkungan termiskin di Roma, Montessori meletakkan berbagai teorinya dalam praktek. Kedua metode itu dipengaruhi oleh pelatihan sebelumnya di bidang kedokteran, pendidikan, dan antropologi. Hasilnya luar biasa dan segera menarik banyak perhatian dari banyak bagian dunia, termasuk Amerika. Sisanya, seperti kata mereka, adalah sejarah.

Halaman 1 2 3 4 5

Artikel di atas memiliki 8 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • helindakarla
    pukul 06:23

    ok bang itu memang dasarnya udah ada heheheeh 😛

  • Ida
    pukul 14:00

    sy pengen penjelasan yang lbh tentang masing2 tkh filsafat tersebut, mkch………….

  • istamar
    pukul 11:54

    lebih diperjelas lg donk tntg tokoh2 filsafat…..
    filsafat hukum,filsafat kebudayaan,filsafat sosial,filsafat agama… 😛

  • septi
    pukul 20:24

    terima kasih dah bantu tugas , lumayan gak cape cari lagi and bisa bantu gak tokoh-tokoh filsafat indonesia thank ya … ❓

  • aning
    pukul 20:24

    ok tky

  • juanda
    pukul 16:43

    Terima kasih banyak atas artikelnya

  • Ricky
    pukul 21:49

    thanks….