Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Emosi Gara-gara Pembawa Berita di Indosiar

Pagi tadi saya bangun jam 10.12, beberapa menit kemudian saya merasa lapar. Saya pun membuka dan menyalakan laptop untuk terjun ke dunia maya. Ternyata sudah banyak komentar di blog saya, tetapi karena lapar maka saya menunda membalas komentar yang ada. Pergilah saya ke warung makan Padang, sesampainya di tempat makan saya langsung memilih ayam balado dan sayur singkong sebagai menu favorit saya setiap hari. Jumlah sayur singkong yang saya makan tidak main-main, bayangkan saja setengah piring nasi dan setengahnya lagi daun singkong.

Pada saat saya sedang makan, saya terkejut dengan berita di Televisi bahwa sekelompok geng bermotor menyerang salah satu perkampungan di Garut. Dikarenakan berita tersebut menarik maka saya perhatikan baik-baik si pembawa berita di Indosiar tersebut. Si pembawa berita menyebutkan “Sekelompok geng bermotor menyerang salah satuร‚ย  perkampungan di Garut dengan bersenjatakan samurai.” Daya emosi dan mengkritik pun muncul di pikiran saya. Fokus saya adalah pada kata “samurai”.

Menurut Wikipedia Samurai is the term for the military nobility of pre-industrial Japan. Artinya bahwa samurai itu adalah orang yang menyandang gelar kebangsawanan dalam ranah militer di Jepang. Dengan kata lain samurai bisa disebut sebagai pejuang atau ksatria. Jadi, bagaimana bisa orang bersenjatakan samurai? Maksud saya, bagaimana bisa sekelompok geng bermotor tersebut bersenjatakan pejuang atau ksatria? Jelas penyebutan term “samurai” di sini tidak tepat. Saya mengerti bahwa maksud berita tersebut adalah geng bermotor yang membawa pedang mirip dengan oedang yang biasa dipakai para ksatria Jepang, tetapi sebagai salah satu siaran televisi yang disaksikan banyak orang seharusnya memperhatikan hal kecil seperti ini jangan sampai terjadi salah kaprah terhadap istilah yang ada.

Dalam kasus tersebut maka akan lebih tepat kata “samurai” diganti dengan kata “katana”, karena katana-lah yang merupakan representasi dari senjata yang dibawa oleh para geng motor tersebut. Ada pun definisi katana menurut Wikipedia sebagai berikut: The katana is a type of Japanese sword, and is often called a “samurai sword.” Artinya katana adalah salah satu tipe pedang Jepang yang biasa disebut “pedang samurai” atau mudahnya, pedang yang digunakan oleh para samurai.

Hal ini menjadi pembelajaran bagi orang supaya tidak terlalu naif dalam menggunakan kata, saya pun masih demikian, masih naif. Tetapi usaha untuk mengetahui dan belajar tetap berapi-api ๐Ÿ™‚ Sayang sekali apabila media massa kurang mengetahui tentang arti bahasa, padahal salah satu fungsi media massa adalah mengkomunikasikan secara tepat, jelas, dan lugas. Oleh karenanya belajar bahasa itu perlu supaya orang lebih berwawasan ketika berkomunikasi terutama dengan menggunakan bahasa asing.

Artikel di atas memiliki 20 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • attayaya
    pukul 13:16

    kalo di Kamus Umum Bahasa Indonesia ada ga ya?

    film the last samurai bagus tuh

  • aprillins
    pukul 15:42

    wehehehehe.. aneh neh..bang atta.. ya ga ada lahh di kamus.. the last samurai bagus emang.. kok tau? emang punya tipi? :)) :))

  • HanniMu
    pukul 20:01

    kalo hannimu manggil kamu sweetheart bijimane? dikau gak kritis nyari2 di wikipedia or kamus gituh?

    Kalau dikau gak kritis berarti dikau gak adil,hehehehe.

  • HanniMu
    pukul 20:36

    hannimu juga dulu naif banget waktu pertama kali bule2 sering manggil hannimu ini ‘luv’. tadinya hannimu ini gak sukah gitu dipanggil begitu apalagi sama co. eh ternyata katanya itu bentuk sebuah penghargaan karna kita keliatan ‘cute and sweet’ dimata mereka,hehehe. ampe nenek2 aja manggil hannimu ini ‘luv’ ;)).

    Kosa kata itu luas sweetheart, masing2 kosa kata punya pengertian berbeda dari sisi yang beda pula. so, jangan terlalu naif juga saat membaca dan mengartikan sesuatu, luv ;).

  • seti@wan
    pukul 00:39

    Udah bangun belo nih,…. emang susah yah ngomong ama orang filsafat. Aku baru tau tuh, aku terkadang nyebutnya gitu juga.
    btw, masih satu spesies yah ama kambing,….. koq doyan banget ama daun singkong? entar deh saya kirim satu truk…. di belakang rumah banyak tuh.

  • miaw
    pukul 06:52

    setujuuuuuuuuuuuuuuu………. masak seh, pembawa berita en editornya ga tau beda samurai dengan katana

  • quinie
    pukul 15:07

    btw, inget ga di bahasa indonesia ada ‘grammar’ tentang perluasan makna dan penyempitan makna. Sayah rasa ‘mungkin’ mereka menerapkan perluasan makna dari yang tadinya samurai sebagai kaum bangsawan menjadi pedang karena orang2 terbiasa menyebut pedang dengan samurai.

    Btw, postingan ini kapan sih dibuat? kayanya kemaren yang paling update yang neraka ntu deh?! ckckck…

  • aprillins
    pukul 15:31

    @hanni: gapapa kok manggil sweetheart biasa aja si.. itu kan panggilan sayang aja..mengungkapkan apa yang dirasa, kalau di indonesia mungkin bakal bikin heboh.. tapi saya ya biasa aja tuuhh..
    @pak iwan: heuheuheuheuheueh.. ya gitu, orang filsafatlah.. doyan kritik, suka dikritik, suka bales kritik, suka kalah kalau dikritik, pokoknya kritik kritik deh.. eheheh, boleh boleh daun singkong saya sukaaaaaaa!!
    @miaw: eheheehehhehe.. miaw sih pasti tau, kan doyan budaya Jepang yahh?

  • joo
    pukul 22:30

    ewwww….
    hah.. hah.. hah.. hah..
    mantapsss…aku juga baru tau tuh…
    kemaren juga ada orang yang ngobrol diwarung gag sengaja aku perhatiin..
    trus ngomong apa bedanya koe dengan kowe…. *basa jawa neh*
    jiahhh.. aku juga bingung bukan wong jowo heh.. heh.. heh..
    koe : anak kera
    kowe : kamu
    what the #3!!

  • joo
    pukul 22:47

    bahasaaa.. bahasaa… emang kadang membingungkan sapa sih yang dulu buat jadi penasaran…

  • mebisandi
    pukul 15:07

    klo menurut saya ga mungkin orang indosiar tidak bisa membedakan antara SAMURAI DENGAN KATANA…

    tp masalahnya, di INdonesia biasa disebut PEDANG SAMURAI. Karena itu mereka lebih memilih menggunakan kata SAMURAI yang lebih dikenal masyarakat dari pada nama asli pedang tersebut, yaitu KATANA

    Contohnya penggunaan kata mie instant kadang masyarakat menyamaratakan dengan menyebut IN*DOMIE … walau sebenernya yang dimaksud beda merek…

  • aprillins
    pukul 02:38

    bukannya masalahnya mungkin atau ga mungkin bung,, tau ga salah satu fungsi media massa? mendidik para audiences supaya menjadi lebih pintar, bagaimana bisa mendidik audiences kalo sendirinya mencerminkan ketidakpintaran. Mana yang harus dipilih mencerdaskan orang dengan bahasa yang benar dan tepat arti atau tetap menggunakan kata yang lazim tapi artinya tidak benar?

  • Ari
    pukul 12:39

    Kan ada Ilmunya,
    Keroto Boso. Ibu menanak nasi. Yang ditanak atau dimasak sebenarnya beras. Bukan Nasi, kalau nasi ditanak terus jadi intip/kerak.

    Ini serapan dari Bahasa Jawa, sebenarnya.
    Bapak mencabut singkong, padahal yang dicabut pohonnya, baru dapat singkongnya.

    Lalu ( istilahnya gak tau ), pengeneralan dari semua jenis benda yang mirip atau sejenis dengan satu kata. Misal : semua mie disebut Indomie. Kopi, teh, air putih semua disebut wedang.

    Mohon maaf bila salah.

  • ferry
    pukul 13:00

    DALAM BERITA YG DI PAKAI KATA2 UMUM.YANG PENTING TIDAK SALAH PENAFSIRAN.SAMURAI LEBIH UMUM KETIMBANG KATANA.

  • Yulis
    pukul 21:04

    Betul sekali itu Bos.Samurai bisa dikatakan kalo di Indonesia “PENDEKAR”.Jadi nggak mungkin dikatakan”Perampok bersenjatakan pendekar”.
    Saya juga termasuk orang yang ikut emosi Bos…
    Apalagi ada stasiun TV nasional yang mengatakan bahwa “YOGYAKARTA” adalah bagian dari Jawa Tengah.Parah tenan iki… ๐Ÿ˜ˆ

  • ferro
    pukul 13:01

    ferry :
    DALAM BERITA YG DI PAKAI KATA2 UMUM.YANG PENTING TIDAK SALAH PENAFSIRAN.SAMURAI LEBIH UMUM KETIMBANG KATANA.

    jelas anda tidak mengerti permasalahannya. bukan karena kata samurai lebih umum digunakan daripada kata katana, tapi kata samurai sudah disalah artikan penjadi “jenis senjata tajam”.

    padahal arti kata samurai adalah ” pejuang/kesatria/pendekar yang mengabdi pada tuan tanah pada masa dahulu di jepang, dan tentu saja pedang yang dibawanya menjadi disebut sebagai pedang samurai. sebagai contoh : polisi yang membawa pistol, pistolnya ya disebut pistol polisi, begitu juga dengan topinya jadi topi polisi. lucukan kalo ada orang pake topi polisi disebut orang pake polisi….:)

    jadi jelas pengertian kata samurai diatas adalah salah penafsiran.

    paham ferry???

  • asdeps
    pukul 01:08

    Saya juga ikut emosi…

  • rhema
    pukul 13:45

    saya rasa penyebutan samurai oleh pembawa berita dikarenakan budaya berbahasa bangsa kita saat ini. memang banyak orang akan menyebut “wah orang itu bawa samurai” saya pikir itu tidak jadi masalah. mungkin karena kosakata anda lebih variatif daripada si pembawa berita jadinya aneh ketika anda yang mendengar penyampaian itu. sebenarnya kritik kita disini tidak ada yang benar atau yang patut disalahkan. karena pemahaman setiap orang bahkan seorang pembawa berita pastinya membumbui beritanya, supaya dapat ditangkap dengan mudah informasinya oleh para pemirsa seperti saya dan anda. jadi itu yang dapat saya tangkap dari pernyataan anda diatas. terima kasih