Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Neraka Tidak Ada, Adanya Surga

neraka itu ga ada.. adanya cuma surga.. kan Tuhan Maha Baik..

Ternyata tulisan tersebut menuai protes, bagaimana dia bisa tau kalau saya menuliskan tulisan seperti itu? Hal ini dikarenakan *sensor* juga memiliki account di Facebook. *sensor* pikir tulisan tersebut ga semua orang bisa terima, dan dia meminta agar tulisan tersebut dihapus. Titik berat protes *sensor* adalah pada kalimat pertama yaitu “neraka itu ga ada..” Ya saya ga terima, ya saya lawan aja. Saya bilang “ya gapapa donk itu kan hak *nama saya*! Lagi pula ga ada yang protes.” Ya sebenarnya banyak lagi yang saya keluarkan, tetapi ada yang tidak keluar dari mulut saya takut *sensor* sakit hati yaitu

“*nama saya* sih ga takut sama neraka, ga takut sama Tuhan, ngapain coba Tuhan ditakutin orang Tuhan itu baik kok, ga ada neraka tenang aja yah.. kalau orang berbuat baik dan berdoa dalam hidup ngapain nganggep neraka ada, yang nganggep neraka ada itu kan karena takut aja. Toh surga ama neraka ga pernah terbukti adanya, jadi ngapain berpikiran buruk bahwa takut dengan adanya neraka? Mikir aja bahwa tuhan memberikan yang terbaik dalam hidup dan untuk di akhirat dia sediakan surga. Dengan begitu kan orang enak, punya perasaan tenang dan iklas berdoa. Kalo *nama saya* berdoa ga pernah tuh yah ada kepikiran takut neraka atau apalah itu namanya. Kalo doa ya doa berharap untuk yang terbaik, dengan pikiran positif, dengan kata-kata positif” Pengen banget tuh meluncur, tapi tahan.. tahan.. sabar..

Nah, dengan ini maka saya ga pernah anggep neraka itu ada bagi saya. Kalau bagi orang lain ya terserah itu hak diri masing-masing, silakan bertakut-takut. Saya pun percaya bahwa tuhan itu tau mana orang yang benar-benar dekat dengannya, dan mana orang yang gara-gara takut doang karena ajaran “kalau kamu begitu, maka kamu dosa, nanti masuk neraka” lalu mereka berusaha dekat-dekat dengan tuhan, bah, murahan. Memang sulit dipahami, tetapi saya terbiasa dengan pikiran saya yang bebas ini. Raga saya bisa dibelenggu, tapi pikiran saya bertualang tak terbataskan.