Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Idealisme Saya Sebagai Manusia

Oke beibeh berikut ini akan saya hadirkan beberapa hal yang ideal menurut Plato.. eh menurut saya.. apa maksud saya? Yang ideal adalah suatu perbuatan yang harus saya patuhi dan lakukan terbesit atas dasar keinginan yang mendalam, apabila saya melanggar idealisme tersebut maka saya akan merasa malu. Oke segitu saja penjelasan saya, toh anda sudah cukup mengerti. Saya yakin para pembaca blog ini bukanlah anak kecil seperti Tina Toon waktu masih nyanyi bolo-bolo itu, atau Joshua yang “diobok-obok” eh buset.. Tuh kan sekarang malah ga jelas ngomong apa, ngomong filsafat ngga, ngomong cheat tantra ngga, ngomongin gosip Manohara mau pun Luna Maya juga ngga. Oke sekian nembak Keyword-nya. Balik ke idealisme aksi saya yaitu sebagai berikut:

1. Tidak membuang sampah sembarangan, meski pun sebagian orang masih bingung tentang “apa yang bisa disebut sampah?”

2. Tepat waktu, saya paling tidak suka telat. Kalau janji jam 8 ya jam delapan. Kalau misalkan saya khilaf dan telat sampai 15 menit atau bahkan 1 jam saya suka mencak-mencak sendiri dan kesal. Apalagi kalau udah janjian eh telat, waduh anti banget deh bisa minta maaf berkali-kali saya ini.

3. Mereject orang tidak dikenal yang meng-add saya sebagai friend di Facebook.com, gawat banget kan tuh.. ga tau apa-apa tiba-tiba add. Curiga dah, apa ni orang pengen ngehack Profil Facebook.com saya yah?

4. Menghargai pendapat orang lain, tetapi berpendapat harus selalu logis bukan semata matematis saja tetapi juga argumentatif. =))

5. Kalau saya salah saya minta maaf, kalau saya benar saya akan mempertahankan kebenaran tersebut.

Sudah cukup lima saja idealisme yang baru saya munculkan, bagaimana dengan anda? Apakah anda punya idealisme aksi tersendiri? Posting saja dalam blog anda, sehingga orang bisa tahu bagaimana sesungguhnya anda itu. Eh buset kok saya jadi kayak konsultan begini yak? heehehee 🙂

Artikel di atas memiliki 13 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • HanniMu
    pukul 16:32

    gitu dong update punya blog 😉

    kalo ane seh sante aja deh, selama dunia masih damai 🙂

  • HanniMu
    pukul 16:56

    yo wis, study nomor 1, pacaran nomor 2, clubbing nomor 3, blogging nomor 4, hehehehhe

    paling nakal2 dikittttttt doang,heheheh. baek2 disana juga ya, and akur2 jangan brantem yak :).

  • quinie
    pukul 23:18

    bagussss… akhirnya update lagih.
    idem ajah deh ama jengsri.
    jangan lupa sholat ya is 🙂

  • ditter
    pukul 08:01

    Waaaaahhh.. sip.. sip.. kalo terus konsisten dengan idealismenya, cepet ato lambat pasti bakalan jadi orang sukses, hehe… 🙂

  • buwel
    pukul 09:55

    setuju…kecuali yang no 3…duuuh segitunya…kekekkeekekek

  • Charlie
    pukul 23:31

    apaitu.net – da best. Keep it going!

  • ditter
    pukul 10:14

    kalo untuk yg nomer 3, kadang2 aku juga gitu, hehe… abis males aja kalo misalnya box friend kita penuh tapi kebanyakan ga kita kenal…

  • miawruu
    pukul 22:41

    wah… prinsipnya yg mirip ma mia banget itu yg nomor 4 dan nomor 5. prinsip lainnya, Mia menghormati orang lain selama oranglain itu menghormati Mia. Jika engga, jgn salahkan Mia jadi vampir atau Hulk hakhakhakhak

    Btw, yg disebut sampah itu, sesuatu hal yang udah ga kepakai lagi atau yg kita anggap ga berguna lagi buat kita pribadi. (apa yg kita anggap ga berguna, tetapi berguna dimata orang lain)

  • Ferdian Adi
    pukul 16:58

    Hal yang baik kok, memiliki idealisme…hanya kadang idealisme kita harus menghadapi realitas juga kan Bro..hehe..
    Maaf lama tidak berkunjung.

  • fanny
    pukul 05:18

    idealisme saya apa ya? ada sih tapi gak bisa diungkapin nih. hanya disimpan dlm hati aja.

  • buwel
    pukul 09:13

    kirain disini buwel lom koment…hehehehehe…
    mumpumg lagi nggak error is…mampir ajah…

    • aprillins
      pukul 15:38

      terima kasih udah mampirrr om buwell.. ! 🙂

  • etnikaos
    pukul 13:31

    Ya, Idealisme atow apalah itu namanya, syah-syah aja… asal tidak seperti ” Old man Guided by Fear” yang lebih memilih mencari “Aman” dari pada menghadapi “ketakutan” itu sendiri, dalam konteks yang luas tentu saja.

    Kunjungan balasan Om…!! 8)