Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Skeptisisme

Skeptisisme filosofis berasal dari pemikiran filsafat Yunani kuno. Kebanyakan para sofis dari abad ke-5 SM adalah penganut skeptisisme. Skeptisisme itu sendiri memiliki sekolah bernama Pyrrhonisme yang didirikan pertama kali oleh Aenesidemus pada abad pertama.

Aliran Phyrronisme berasal dari seseorang bernama Pyrrho dari Elis yang hidup sekitar 360-275 SM. Pyrrho berkelana dan belajar sejauh India. Ia pula yang mengemukakan gagasan tentang skeptisisme praktis. Phyrronisme disebut-sebut sebagai sebuah aliran yang menekankan pada tidak adanya klaim terhadap kebenaran. Dengan kata lain, tidak ada kebenaran yang sempurna, adanya kebenaran relatif.

Argumen pendukung skeptisisme adalah adanya anggapan bahwa akal memberi pengetahuan yang bersifat relatif sehingga membuat segala anggapan yang dibuat oleh manusia adalah relatif. Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia sering keliru dalam hal mendengar maupun melihat.

Dalam arti yang lebih modern, skeptisisme adalah sebuah pendekatan dalam menerima, menolak, atau menunda klaim (judgment) pada informasi baru yang membutuhkan informasi baru lainnya yang digunakan sebagai bukti pendukung. Individu yang memiliki pandangan seperti ini disebut skeptik, tetapi sering kali tidak dirujukkan pada skeptis filosofis atau skeptis empiris.

Daftar Bacaan

  • Hadiwijono, Harun, 2005. Sari Sejarah Filsafat Barat 1. Yogyakarta: Penerbit Kanisius
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism

Artikel di atas memiliki 2 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • aprilia
    pukul 08:46

    🙁 koq ga bisa di copas sihhh.. 😥 😥 😥 😥 😥 😥 😥 😥 😥 😥 😥

  • Gemayel Paulus Aruan
    pukul 03:33

    Dengan Kerendahan Hati dan Kehormatan tertinggi, saya mengucapkan banyak2 terima kasih kepada Bapak Drs. Franciscus Van Ylst, M.Hum. yang telah mentransformasi ilmu kefilsafatannya (skeptisisme,red) kepada saya.

    Semoga bapak tetap sehat2 selalu dan akan selalu saya kenang.