Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Hipotesa Ad Hoc: Kelinci Penghuni Bulan

Ad Hoc berasal dari bahasa latin yang berarti “Untuk ini”. Kata-kata ini sering dipakai oleh berbagai bidang. Secara umum berarti bahwa suatu pemecahan masalah itu diperuntukkan untuk kasus khusus dan tidak untuk digeneralisasi. Kali ini saya akan membahas mengenai penggunaan istilah ini dalam Ilmu pengetahuan karena blog ini adalah blog filsafat ilmu (Duh!).

terimakasih hipotesa ad hoc!

terimakasih hipotesa ad hoc!


Coba anda bayangkan sebuah teori yang paling aneh di dunia, misalnya saja sebuah teori yang menyatakan bahwa “kelinci-kelinci sebenarnya banyak menghuni bulan.” Memang secara umum teori ini aneh, tapi sebaiknya kita melihat secara filsafat ilmu, dan apakah ini teori ilmiah atau bukan. Jika dilihat dari falsifiabilitas maka teori ini bisa difalsifikasi. Suatu teori itu bisa difalsifikasi dengan suatu cara yaitu, dengan mengamati bulan atau pergi ke bulan sekalian.

 

 

Nah, jika diperhatikan bahwa teori ini (walaupun sangat tidak masuk akal bagi kita sekarang) adalah teori yang ilmiah menurut paradigma falsifikasionisme. Sebaiknya anda bayangkan bahwa teori ini muncul di saat manusia belum memiliki teropong bintang dan roket.

Ilmu pengetahuan semakin berkembang dan ditemukanlah suatu teropong. Dari teropong itu seseorang berharap menggagalkan teori yang menyatakan “ada kelinci hidup di bulan.” Dia melihat dan mencari secara seksama dan tidak menemukan satu kelinci di bulan. Kemudian dia menyatakan sebuah tambahan dari teorinya “Kelinci bulan itu kecil sehingga dia tidak bisa dilihat dari teropong.” Sekali lagi ilmu pengetahuan berkembang lalu terciptalah roket, seorang astronot pergi ke bulan untuk melihat apakah ada kelinci di bulan, dia mencari dengan seksama dan teliti, namun dia tidak menemukan satupun. Sang ilmuan kemudian membetulkan teorinya sekali lagi “Kelinci bulan itu tidak kelihatan dan tidak bisa disentuh, lagipula kelinci-kelinci bulan itu nyaris punah karena tambrakan-tabrakan meteor terjadi. Mereka jarang ditemukan karena mereka sering bersembunyi di bawah kawah bulan. Seseorang harus punya dark matter untuk bisa mendeteksinya.

Inilah yang disebut sebagai Hipotesis Ad Hoc, hipotesis yang dilakukan ilmuan sekedar untuk mempertahankan teorinya dari sebuah falsifikasi (Agar tidak disalahkan) Akibat yang terjadi menyebabkan teori semakin lama semakin rumit dan semakin rumit. Hipotesis Ad Hoc ini bisa terjadi baik dalam penjelasan mengenai Leprechaun ataupun sebuah teori ilmiah. Suatu contoh sederhana adalah teori bahwa “semua roti menggunakan ragi” ketika ditemukan roti tanpa ragi maka teori berubah menjadi “Semua roti menggunakan ragi, kecuali roti ini.”

Hipotesis Ad Hoc tidak selamanya membawa keburukan. Kadang kala suatu perubahan Ad Hoc diperlukan. Contohnya Albert Einstein yang harus memberi tambahan konstanta kosmologis pada teori relatifitas umum agar dalam teori ini bisa sesuai dengan kemunculan jagad statis, ini adalah Ad Hoc. Albert Einstein menyatakan bahwa ini kesalahan terbesarnya, namun nampaknya sesuai dengan teori “dark energy”.

Sumber Bacaan:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Ad_hoc_hypothesis#cite_note-Stanovich2007-0
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Ad_hoc

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.