Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Pendidikan Terhadap Anak Autis

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang berat pada anak. Gejalanya sudah tampak sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Perkembangan mereka menjadi terganggu terutama dalam komunikasi, interaksi dan perilaku. Misalnya pada usia 2-3 tahun dimana anak balita lain mulai belajar bicara, sedangkan anak autis tidak menampakkan tanda-tanda perkembangan bahasa. Kadang ia mengeluarkan suara tanpa arti, tapi terkadang anehnya ia bisa menirukan kalimat atau nyanyian yang sering didengar, tapi bagi dia kalimat ini tidak ada maknanya.

Autisme terjadi pada 5 dari setiap 10.000 kelahiran, dimana jumlah penderitanya 4 kali lebih besar dipegang oleh kaum laki-laki daripada wanita, tapi apabila ada korban wanita maka keadaanya akan lebih parah dibandingkan kaum laki-laki. Gejala autisme tampak sejak masa yang paling awal ketika bayi menolak sentuhan orangtuanya dan melakukan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang tidak dilakukan oleh bayi-bayi normal

Ketika memasuki umur dimana seharusnya bisa berbicara dengan mengucapkan kata ayah atau ibu dan yang lainnya, balita ini tidak mampu melakukannya. Ia juga mengalami keterlambatan dalam beberapa perkembangan kemampuan yang lain. Biasanya balita tersebut sudah mengalami keterlambatan perkembangan kemampuan selama 3 tahun. Usia seorang anak mengalami autis juga berpengaruh pada usianya, semakin besar umurnya biasanya semakin besar juga gejala-gejalanya.

Tujuan dari makalah Pendidikan Terhadap Anak Autis ini adalah menemukan faktor pendukung agar anak autis dapat menerima pendidikan yang benar baik dari guru maupun orang tua.

Silakan baca > makalah Pendidikan Terhadap Anak Autis selengkapnya.

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.