Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Scientific Misconduct Bagian 1

Scientific misconduct adalah salah satu momok di dunia sains. Scientific Misconduct bisa berarti berbagai macam hal namun pada dasarnya itu berarti kecurangan dalam rangka perbuatan-perbuatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Seperti plagiarisme dan banyak lagi yang lain. Sayangnya ini tidak hanya menjadi momok di dalam negeri namun juga di luar negeri.

Sejak kecil kita sering dihadapkan pada suatu realitas dalam bidang akademik yaitu mencontek. Pada masa sekolah SD seorang takut mencontek hingga SMA malah mencontek dilakukan tanpa malu-malu lagi. Kita memang menghadapi kenyataan seperti demikian. Ini bertolak belakang dengan bidang ilmu pengetahuan dan akademis. Bidang ini diharapkan adanya suatu kejujuran di dalamnya. Dunia akademis nampak lebih suci karena adanya aura idealisme di dalamnya.

Kita bisa sering mendengar seorang mahasiswa yang mengkopi paste tugas, membeli skripsi dan semacamnya. Sayangnya ilmuan juga manusia, karena itu dia bisa curang dan berbohong seperti manusia. Ilmuan bukan nabi dan mampu berbuat salah baik sengaja maupun tidak sengaja.

Ada beberapa alasan kenapa terdapat Penyalahtindakan ilmiah.

1. Tekanan pekerjaan

Hal ini bisa jadi faktor penting dari penyalahgunaan ilmiah. Ini dikarenakan ilmuan juga manusia yang butuh makan dan butuh pekerjaan. Tak selalu dana mengucur ke tangan ilmuan apalagi jika sudah lama penelitiannya tidak menghasilkan sesuatu. Karena itu seorang ilmuan bisa saja terjerembab ke lembah nista dengan mengorbankan idelismenya demi kucuran dana. Mereka memanipulasi data agar terlihat bagus kemudian mempublikasikannya agar terus mendapat sokongan dana.

2. Kemalasan

Sama seperti manusia lain, ilmuan bisa menjadi malas. Karena kemalasan ini dia bisa memanipulasi data yang dia buat. Ini bisa mulai dari mengkopi paste kutipan hingga memanipulasi datayang tidak dikerjakannya. Manusia sangat terpengaruh oleh kemalasan tidak terkecuali ilmuan.

3. Kemudahan

Dalam melakukan penelitian seseorang sering terganggu dengan berbagai macam hal sehingga penelitiannya bisa berbeda dengan penelitian lainnya. Ini menyebabkan kecurangan dalam bidang ilmu sulit diteliti. Juga tidak ada polisi sains yang terlatih dan khusus menangani hal ini.

Bersambung…

-http://en.wikipedia.org/wiki/Scientific_misconduct

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.