Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Everything Goes Seperti yang Paul Feyerabend Katakan

Seorang Filsuf Ilmu Paul Feyerabend pernah menyatakan mengenai suatu prinsip dalam ilmu yaitu “Everything Goes”. Dia menolak satu metode baku dalam ilmu, karena itu dia sering disebut sebagai seorang yang menganut paham Anarkisme, atau lebih tepatnya Anarkisme Epistemologis.

Pandangannya ini berawal dari sangat sedikitnya kemiripan antara kenyataan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dengan apa yang digambarkan para filsuf ilmu. Begitu pula dengan metode-metode baku yang diciptakan oleh filsuf ilmu. Lebih lanjut perlu dipertanyakan kegunaan filsafat ilmu dalam rangka perkembangan ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut sang filsuf radikal malah mengingatkan keberadaan model metodologis yang baku malah akan menghambat ilmu ilmu pengetahuan dari perkembangannya. Metode demikian malah bisa mengekang ilmuan. Lebih baik metodologi dihapuskan saja dengan demikian dia mengajukan suatu proposal baru yaitu teori Everything Goes dalam epistemologi.

Dia juga mengkritik tingginya Sains jika dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lain. Pandangan bahwa Sains lebih benar dan lebih unggul sehingga pengetahuan jenis lain harus dibasmi dan disingkirkan tidak benar. Ini karena sebuah teori tidak bisa diukur dan diperbandingkan dengan teori yang lain. Tiap pengetahuan punya haknya sendiri untuk berkembang. Lebih lanjut Feyerabend membandingkan Sains tidak beda dengan Astrologi dan Voodoo. Karena itu sebaiknya ilmuan dibiarkan bebas mempelajari sesuatu. Masyarakat juga bebas memilih jenis pengetahuan yang dianutnya dan tidak dipaksakan kepada mereka.

Walaupun demikian Feyerabend masih membedakan antara ilmuan yang sebenarnya dengan ilmuan yang aneh. Ilmuan yang sebenarnya melakukan penelitian dengan mengakui keberatan-keberatan terhadapnya, detail, dan sadar akan keadaan pengetahuan secara umum. Sebaliknya sang ilmuan aneh tidak mengakui masalah-masalah dan tidak menguji teorinya dan membiarkan ilmunya tidak berkembang dan puas pada orignalitas.

Sumber – Apa itu yang dinamakan ilmu? Chalmer.

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.