Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Filsafat Teori Penjelasan Ilmiah (Theories of Scientific explanation)

Pernahkah anda bertanya kepada ilmuan untuk menjelaskan sebuah teori ilmiah? Misalnya sebuah teori mengenai kenapa benda-benda jatuh dan bagaimana kecepatannya misalnya. Dia mulai menjelaskan mengenai gravitasi, massa, kemudian tekanan udara yang menghalangi dan lain sebagainya. Anda bisa bertanya “Kenapa? Ini dan Itu?” dan sang ilmuan menjelaskan penyebab suatu fenomena. Pernahkah anda menanyakan kepada diri anda, apakah apa yang dinyatakan sang ilmuan ini benar-benar ada di sana sesuai kenyataan ataukah dia hanya mencoba mengorganisasi pikiran anda saja agar memahami jalannya sebuah fenomena? Ini pernah menjadi perdebatan dalam filsafat ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan seharusnya berdasar pada hal-hal empiris. Hal-hal yang bersifat metafisis dan non empiris dikesampingkan dari sebuah teori ilmiah. Sayangnya berkebalikan dengan semangat ilmu pengetahuan teori-teori yang dipenuhi oleh objek-objek tidak terlihat menghasilkan hasil yang revolusioner.

Ada beberapa pandangan mengenai teori mengenai penjelasan ini. Sebenarnya penjelasan ini sudah diteliti semenjak zaman klasik, namun demikian dia menghasilkan semangat baru pada abad ke duapuluh karena perkembangan ilmu pengetahuan.

Ada dua pandangan umum yang bersifat realis dan anti-realis. Paham realis berpendapat bahwa penjelasan ilmiah seharusnya sesuai dengan fenomena, dengan demikian penjelasan ilmiah itu dipandang dari kesesuaiannya dengan realitas. Semakin baik sebuah penjelasan ilmiah semakin sesuai ia dengan kenyataan yang sebenarnya.

Sebaliknya pandangan non-realis berpendapat bahwa penjelasan ilmiah hanyalah mengorganisasi pemikiran manusia dari sebuah fenomena. Dengan kata lain sebuah objek dari penjelasan ilmiah tidak perlu ada secara real, namun dia berguna dalam mengorganisasi pemikiran manusia dari sebuah fenomena, seperti misalnya hasil-hasil dari sebuah percobaan. Sebuah penjelasan ilmiah berguna sebagai ukuran bagaimana dia bisa memberikan ramalan pada fenomena selanjutnya.

Dalam pengertian realis, sebuah penjelasan ilmiah bersifat ontologis karena seharusnya sesuai dengan realitas. Dalam pengertian Anti-realis, sebuah penjelasan lebih dipandang dari sudut pandang epistemis.

Sumber Bacaan:

  • http://www.iep.utm.edu/explanat/
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_science#Test_of_an_isolated_theory_impossible

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.