Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?

Siapa pun yang pernah hidup di muka bumi ini pasti pernah mendengar atau memikirkan tentang kalimat ini. Kalimat apakah itu? Kalimat tersebut adalah “apakah uang bisa membeli kebahagiaan?” Menurut saya orang yang menjawab tidak adalah orang yang tidak cukup berpengalaman dalam memperhatiakan dan mengarungi kejamnya kehidupan.

Adalah benar adanya bahwa tidak semua hal dapat dibeli dengan uang, apakah itu? Nyawa, alam semesta, dan Tuhan. Namun, menurut saya betul bahwa uang bisa membeli kebahagiaan. Bagaimana bisa uang bisa membeli kebahagiaan? Secara langsung memang tidak terlalu bisa, contohnya ketika Anda diberi uang Rp100.000 oleh seseorang yang Anda tidak kenal belum tentu Anda langsung bahagia, atau di saat Anda putus dari pacar lalu ada orang yang memberi uang Rp1.000.000 dengan syarat Anda tidak boleh menangis lagi dan harus bahagia saat itu juga, tidak bisa. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda bisa langsung bahagia ketika Anda diberi uang dalam jumlah besar katakanlah Rp100.000.000.000.

Contoh di atas itu adalah membeli kebahagiaan secara langsung, tapi tidak semua orang bisa dibeli kebahagiaannya dengan cara seperti di atas. Perhatikan contoh membeli kebahagiaan secara tidak langsung berikut ini.

Orang yang Anda cintai sedang sakit

Ibu, ayah, adik, kakak, atau pacar tercinta Anda sedang sakit keras dan segera mati apabila tidak ditangani. Anda sangat sedih karena Anda tidak bisa membayar biaya rumah sakit dan pengobatan. Tiba-tiba ada seorang dermawan yang mau menyisihkan uangnya untuk membayar biaya pengobatan dan rumah sakit orang yang Anda cintai, bagaimaan perasaan Anda? Apakah Anda makin sedih atau tumbuh kebahagiaan dan harapan dalam diri Anda? Anda bayangkan berada dalam posisi seperti itu dan katakan perasaan Anda kepada saya.

Naik haji

Ibu Anda ingin naik haji tapi tidak punya uang dan Anda tidak punya uang banyak untuk membiayai ibu Anda untuk naik haji. Anda butuh kerja keras dan menabung 10 tahun untuk memberangkatkan ibu Anda naik haji. Anda diam-diam mengumpulkan uang selama itu dan pada saat uangnya sudah cukup, Anda katakan ke ibu Anda bahwa Anda akan memberangkatkan ibu Anda naik haji tahun depan. Bayangkan betapa senang dan bahagianya ibu Anda. Bayangkan ekspresi kegembiraan ibu Anda yang membuat Anda merasa berguna menjadi seorang anak dan Anda akan menyadari betapa uang Anda bisa membahagiakan seseorang yang Anda sayangi.

Anak dan mainan idaman

Anda cukup punya uang dan memiliki anak yang meminta mainan terbaru yang diiklankan di televisi. Dia merengek-rengek dan menangis setiap hari minta dibelikan mainan tersebut. Tiba saatnya Anda melihat anak Anda murung, kusut, menjadi pendiam, dan terlihat lebih kurus. Anak Anda tidak mau bermain dengan teman mainnya karena teman-temannya punya mainan tersebut.

Anda tidak tega dengan keadaan anak Anda. Anda pun pergi ke toko mainan di mal terdekat untuk membeli mainan yang diinginkan anak Anda. Selesai membeli mainan, Anda pulang ke rumah dan memperlihatkan mainan tersebut kepada anak Anda. Prediksilah kira-kira bagaimana ekspresi kegembiraan dan perasaan anak Anda, apakah mereka akan sumringah dan jingkrak-jingkrak? apakah mereka akan berterimakasih dan memeluk Anda? Ya, mereka merasa senang dan bahagia.

Namun apabila Anda terlalu lama untuk mengambil keputusan untuk membeli mainan alias terlambat, tidak menutup kemungkinan bahwa anak Anda sudah tidak menginginkan mainan tersebut dan tidak berharap akan dibelikan mainan lagi karena sudah tertanam dalam benaknya bahwa Anda adalah orang tua yang pelit dan tidak bisa diharapkan.

Dari tiga contoh kasus di atas kita sudah mempelajari betapa uang bisa membeli kebahagiaan secara tidak langsung dan dapat bekerja secara efektif. Dengan demikian, saya simpulkan bahwa uang bisa membeli kebahagiaan, tetapi uang tidak bisa membeli segalanya.

Pergunakan uangmu dengan sebaik-baiknya demi kebahagiaan dan kepentingan umat manusia.

Artikel di atas memiliki 29 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • JengSri
    pukul 03:05

    Interesting opinion from Philosophy student. I do sometimes feel that money can buy a happiness but I don’t put it on as a pattern – just in some circumstances ^^.

    • aprillins
      pukul 17:40

      Yes, I agree and I’ve explained that too 🙂 Thanks for dropping a comment.

  • yunan
    pukul 18:55

    iya dalam era yang serba materialistis ini, seolah money can buy anything jika ditilik dari perspektif uang untuk tidak sekadar memenuhi keinginan bagi kaum yang bukan “the have”..dalam bbrpa kasus diatas sy sepakat uang bisa beli kebahagiaan..namun kadang ironinya bagi kaum “the have” uang kadang sangat mudah menurut kita untuk membeli kebahagiaan. tapi apakah ukuran “kebahagiaan” selalu diukur dengan Uang bagi mereka yg “the have”?..overall..sangat inspiratif untuk didiskusikan lebih jauh lagi…slm kenal Bung Aprilins mohon izin utk dishare ke FB jika ada artikel yang menarik…

  • agen gamat luxor medan
    pukul 15:52

    di zaman sekarang uang sangatlah berkuasa,,karena dengan uang kita bisa membeli kebahagiaan..tp
    bukan hanya uang saja yang bisa bkin kita bahagia..keluarga juga bisa bkin kita bahagia…

  • glaydenty
    pukul 12:36

    walaupun uang bukan dewa atau tuhan, tapi kita seringkali mendewakan uang.

    kenyataannya uang dapat mengubah asumsi dan pola kehidupan seseorang, dan kebahagiaan seseorang.

    PADA ZAMAN SEKARANG INI UANG DAPAT MEMBELI KEBAHAGIAAN.

    (pernahkah anda melihat ekspresi seseorang saat diberikan UANG?)

    tapi kebenaran selalu mengatakan “kebahagiaan berasal dari keadaan hati yang puas, puas pada keadaan sekarang” (kebahagiaan sejati berarti tidak terikat pada objek yang lain / keadaan yang lain)

  • obat herbal kanker prostat
    pukul 10:09

    Uang memang bukan segalanya….
    tetapi dengan uang kita bisa memuaskan hajat dalam diri kita…..
    maka benar sekali bila kita di anjurkan memburu dunia seakan kita hidup akan lama sekali…….

  • obat xamthone plus
    pukul 08:17

    memang benar..
    uang tak dapat membeli segalanya…
    contoh kebahagiaan…
    kebahagiaan hanya dapat di beli dengan ketenangan hati kita sebagai manusia… yang tak sempurna…

  • Ridho Maulana
    pukul 04:10

    Uang bisa membeli kebahagiaan…tp tidak semua kebahagiaan bisa dibeli dengan uang…

    Mungkin bagi saya “Dengan uang bisa mendapatkan kebahagiaan. Tp tidak dapat membeli apa yg dinamakan kebahagiaan sejati . Karena kebahagiaan sesungguhnya ada pada hati yang lapang dan mensyukuri apa adanya namun tetap sebagaimana mestinya.

  • Plato
    pukul 11:24

    Suatu Kebahagian Sejati Taktala Kembali ke Alam Jiwa

  • Anonymous
    pukul 17:06

    Lebih memilih untuk menangis di lamborghini dari pada menangis di sepeda motor. uang bukan untuk membeli, tapi untuk membuat segala sesuatu jadi lebih baik/ punya nilai +

  • pengobatan alami ace maxs
    pukul 15:41

    bahagia itu sederhana,,,tergantung bagaimana kita menyikapi keadaan,,secara positif atau negatif,,,tapi yang seperti itu susah ,,,

  • kiki
    pukul 06:20

    bener, uang bukan segalanya, tapi kita juga perlu uang un tuk bahagia

    • emhy
      pukul 18:45

      apakah anda setuju tentang uang bisa memebeli segalahnya,tapi tidak bisa membeli kebahagiaan

  • luki
    pukul 11:46

    uang bukan sgala-galannya…. tp sgala-galanya membutuhkan uang…

  • Ekstrak Kulit Manggis
    pukul 07:43

    klo menurut saja , nggak !
    karena uang bersifat senang hanyalah sedikit , nah klo uang abis sedih lagi 🙁

  • kucingbuduk
    pukul 19:01

    Yang pasti money is everything … hahahaha (kabuurr…)

  • agen ace maxs padang
    pukul 14:01

    saya engga munafik, memang uang bisa membeli kebahagian namun bukan berarti tidak punya uang tidak bisa merasakan kebahagian..

  • cara pesan ace maxs
    pukul 07:44

    ya memang kadang uang juga bisa memberikan kebahagiaan..
    tp kalo mnurut aku hanya dengan mndapat kasih sayang dr orang2 trdekat saja juga bisa membuat hati bahagia…
    karna bahagia itu sederhana

  • Gold-G
    pukul 08:12

    yang jelas, uang itu bukan segalanya…
    sekalipun manusia hidup memang membutuhkan uang. Jangan dibutakan sama uang!
    😀

  • indah
    pukul 15:27

    Wah…artikelnya sangat menyentuh, terima kasih sudah berbagi

  • ace maxs
    pukul 09:26

    Akan tetapi, bukan berarti semua tergantung pada uang.
    Mantap masbroo… keren banget nih artikelnya. Ijin blogwalking gan.!

  • Dhiyas kn
    pukul 13:39

    Wah menurut ane kalo bagi yang punya banyak uang itu mungkin gak bisa mendapat kebahagiaan…

  • zahra
    pukul 22:28

    tentu tidak om…
    segalanya harus dengan uang, tapi uang bukan segalanya…

  • Jelly Gamat
    pukul 15:27

    Jelas tidak !! kebahagiaan itu adalah saling melengkapi satu sama lain

  • indria
    pukul 06:14

    Uang memang tidak bisa membeli semua kebahagian, tapi banyak hal2 tertentu yg bisa dilakukan untuk membahagiakan diri dan orang lain, dan juga uang daoat memberikan rasa aman.

  • Cutdilanoviasyah24
    pukul 16:51

    Uang itu memang tidak segalala nya , yang segala-gala nya ada adalah kebahagian yang kita perlui , dan uang tidak bisa membuat kita selalu bahagia , hanya kebahagian ibu dan ayah , kluarga yang slalu menemani kita . Itulah yg kebahagian saya

  • Hendi
    pukul 22:37

    Uang tak slmanya bsa mmbeli kbhgiaan

    • aprillins
      pukul 21:02

      Betul, uang cuma salah satu alat saja.