Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Pseudosains

Pseudosains (Pseudoscience) adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu bidang yang menyerupai ilmu pengetahuan namun sebenarnya bukan merupakan ilmu pengetahuan. Sesuatu yang menyerupai ilmu pengetahuan ini tidak valid dan memiliki banyak kekurangan, tidak rasional dan cenderung dogmatis. Dengan kata lain ilmu-palsu.

Ilmu palsu ini bisa bermacam-macam, contoh paling mudah adalah Astrologi dan Alkemi. Pada masa dahulu mungkin kedua bidang ilmu ini dianggap bagian dari ilmu pengetahuan. Sayangnya kedua ilmu ini sulit berkembang, juga banyak keraguan dalam metodenya. Pada masa sekarang ilmu pengetahuan mengikuti suatu metode ilmiah yang rigid.

Kadang Pseudosains juga menyangkut sesuatu yang berpura-pura sebagai ilmu pengetahuan padahal tidak. Seperti misalnya penelitian fenomena supranatural, ufo dan sejenisnya namun tidak menyuguhkan metodologi yang valid. Sebenarnya bagaimana memisahkan antara sains dan Pseudosains cukup susah. Anda bisa baca permasalahan itu dalam peroblema batas-batas. Ada para filsuf yang mencoba membuat batasan dari metodologi. Ada pula filsuf Paul Feyerabend salah satu filsuf yang menggugat pembedaan dari sains dan pseudosains.

Memang kita harus mewaspadai berkembangnya ilmu palsu. Apalagi dalam jenis yang akan mengeruk kantong uang bagi mereka yang tertipu oleh daya pikatnya. Namun mengatakan sesuatu sebagai Pseudosains dan menolaknya mentah-mentah mengandung bahaya sendiri. Itu adalah bahaya dari berjangkitnya Scientisme dan dogmatisme dalam Ilmu. Larry Laudan misalnya berpendapat bahwa istilah Pseudosains sendiri sebagai istilah politis dan sosiologis.

Penting untuk mewaspadai agar tidak jatuh pada sisi baik yang satu atau yang lain. Baik terjebak dalam Pseudosains dan Scientisme. Sebaiknya kita menyadari bidang apa yang ada di sana dan mengerti logika dari bidang yang kita hadapi. Dengan mengerti secara mendalam kita bisa waspada dan tetap kritis namun tidak melakukan penolakan tanpa dasar. Juga perlu diingat sesuatu adalah pseudosains karena tidak sesuai dengan metode ilmiah (itu juga jika anda mempercayai adanya sebuah metode ilmiah), bukan karena dia tidak benar. Sikap terbuka dan kritis tetap penting.

Lagipula jika anda mencari ahli Alkemi, tentu saja bukan Ahli Alkemi gadungan!

Sumber Bacaan:

  • http://www.wisegeek.com/what-is-pseudoscience.htm
  • http://www.chem1.com/acad/sci/pseudosci.html

Artikel di atas memiliki 1 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • yass
    pukul 00:30

    makasih sangat membantu 🙂