Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Fallibilism

Istilah ini pertamakali digunakan filsuf CS Pierce. Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Istilah ini diambil dari kata latin abad tengah Fallibilis. Konsep ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, ini dikarenakan ilmu pengetahuan mencari validitas kebenaran. Karena itu mereka mengharapkan suatu pengetahuan menjadi seakurat mungkin.

Fallibilism menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan sepasti-pastinya. Selalu terdapat keraguan dalam sebuah pengetahuan. Misalnya saja kepercayaan ilmiah, kita tidak bisa pasti bahwa suatu saat sebuah teori baru akan muncul untuk mengganti teori yang lama. Berbeda dengan skeptisisme, dalam prinsip ini tidak dianjurkan untuk tidak mempercayai sesuatu hanya karena dia tidak meyakinkan atau masih bisa diragukan.

Suatu kepercayaan mendasar misalnya seperti “matahari terbit dari timur” tidak bisa dikatakan seratus persen meyakinkan karena siapa tahu esok matahari terbit dari barat. Walau demikian kita masih bisa mempercayai bahwa matahari esok pagi terbit dari timur karena biasanya selalu demikian.

Sebagai doktrin formal falibilisme dikaitkan dengan kaum filsuf pragmatis dan serangan mereka terhadap foundasionalisme. Namun ide-ide ini terdapat dalam filsuf-filsuf kuno. Seorang yang akrab dengan prinsip ini adalah Karl R Popper yang membangun teori pengetahuannya yaitu rasionalisme kritis dari presupposisi falibilisme. Digunakan juga oleh WVO Quine untuk menyerang di antaranya perbedaan antara pernyataan analitis dan sintesis.

Dalam fallibilisme sesuatu dianggap tidak mutlak benar dan bisa salah. Karenannya suatu pengetahuan itu meragukan Terutama pada ilmu empiris. Dalam ilmu empiris sesuatu fakta baru bisa membatalkan sebuah teori lama. Dan karena fakta baru itu belum muncul maka bisa jadi pengetahuan sekarang salah. Dari contoh tersebut maka seharusnya bidang yang tidak memerlukan penelitian empiris seperti matematika dan logika lebih pasti karena tidak harus melakukan pengamatan empiris. Namun ada juga yang meragukan matematika dan logika, ini disebabkan walaupun mereka tidak melakukan pengamatan empiris namun kesalahan manusia masih bisa terjadi.

Sumber Bacaan:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Fallibilism
  • http://www.iep.utm.edu/fallibil/
  • http://www.philosophyprofessor.com/philosophies/fallibilism.php
  • http://atheism.about.com/library/glossary/general/bldef_fallibilism.htm

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.