Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Confirmation Holism

Holisme adalah suatu paham bahwa suatu sistem tidak bisa dipandang dari bagian-bagiannya saja. Sistem secara keseluruhan mempengaruhi bagaimana bagian bekerja. Diambil dari kata Holos yang artinya “Total” atau “semua”. Prinsip Holisme sendiri diutarkan dengan indah oleh Aristoteles “keseluruhan lebih dari bagian dari anggota-anggotanya”  Kata holisme ini sendiri pertamakali digunakan Jan Smuts tahun 1926.

Confirmation holism adalah suatu pemikiran dalam filsafat ilmu. Pemikiran ini bertentangan dengan pemikiran Reduksionis. Dalam Konfirmasi Holisme sebuah teori tidak bisa di tes secara terpisah dari keseluruhan sistem. Sebuah teori tidak bisa diisolasi dan diuji secara terpisah dari teori-teori pendukung yang lain. Ini karena sebuah teori selalu didukung dengan teori-teori yang lain. Ini mengingatkan pada Quine-Duham tesis mengenai teori.

Contohnya adalah pada setengah abad ke sembilan belas, para ilmuan mengamati planet uranus. Mereka mencoba mengetahui apakah jalan dari planet Uranus sesuai dengan hukum gravitasi Newton. Setelah melakukan penelitian mereka menyatakan bahwa itu tidak sesuai. Mereka bisa menyalahkan beberapa hal. Pertama mereka bisa menyalahkan teleskopnya, atau mereka bisa menyalahkan teori newton dan seharusnya muncul teori baru.

Bukan Teori Newton yang disalahkan. Mereka menerima bahwa ada suatu planet yang mempengaruhi perjalanan Uranus, yang dipermasalahkan adalah teori mengenai tujuh planet. Planet dengan demikian seharusnya lebih dari tujuh. La Verrier kemudian menghitung posisi planet itu. Keberadaannya ditemukan tahun 1846. Sekarang kita sebut Neptunus.

Sebenarnya ada dua jenis Holisme. Pertama adalah interpretasi observasi tergantung teori atau (Theory-Laden).  Sebuah interpretasi dari observasi bisa ditafsirkan berbeda dari sebuah teori yang berbeda. Dua teori yang bertolak belakang bisa menginterpretasi sebuah teori dengan cara yang sangat bertolak belakang.  Yang kedua adalah bahwa bukti saja tidak cukup untuk menentukan teori mana yang benar. Hanya dengan sebuah observasi tidak mampu menentukan teori mana yang benar dan mana yang salah. Ini karena teori harus dilihat secara keseluruhan. Misalnya dalam percobaan yang menyalahkan teori bumi berputar dari sudut pandang bahwa burung tidak terlempar ketika melepas pegangan dahan. Diperlukan teori pendukung untuk menjelaskan kenapa demikian.

Sumber Bacaan:

  • http://www.philosophybasics.com/branch_holism.html
  • http://www.facebook.com/pages/Confirmation-holism/143006735712382

Artikel di atas memiliki 1 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • maryanto
    pukul 12:25

    trim’s atas infonya…..

    mohon ijin copi paste

    maaf dan trim’s