Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Vitalisme

Vitalism—the insistence that there is some big, mysterious extra ingredient in all living things—turns out to have been not a deep insight but a failure of imagination. —

Vitalisme adalah pandangan bahwa makhluk hidup berbeda dengan benda material mati yang lain karena memiliki suatu zat yang membuat makhluk itu hidup. Pandangan ini bertentangan dengan materialisme mekanistis. Zat yang berada pada makhluk hidup ini bukanlah benda fisik. Mereka bisa berupa energi yang memberi menjadikan mereka benda hidup. Menurut kaum Vitalis hanya dari sudut fisik dan kimia tidak bisa menjelaskan fungsi hidup.

Pada fungsinya yang sederhana bisa berupa suatu cairan atau suatu roh. Yang lebih canggih muncul dalam bentuk roh vital menjadi substansi yang memasuki tubuh atau ada pembedaan khas di antara makhluk hidup. Prinsip ini juga bisa merujuk pada Chi/ki, prana. Ki, orgone dari Wilhelm Reich, Animal magnetisme dari Mesmer. Atau Elan vital dalam filsafat Bergson. Penjelasan aristoteles mengenai fenomena biologis seringkali dipikirkan sebagai vitalistik, walau masih problematik. Galen seorang anatomis berpendapat spirit vital diperlukan dalam hidup.

Nicolas Lemery (1645-1715) seorang kimiawan prancis pada tahun 1675 membedakan klasifikasi hewan, tumbuhan dan mineral. Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) menjadikan satu klasifikasi hewan dan tumbuhan. Tapi masih memakai klasifikasi original.

Awal abad ke-16 dipercaya ada perbedaan antara pembentuk organis dan anorganis, sebuah substansi yang harus diketahui. Johan Jakob Berzelius (1779-1848) tahun 1815 menyatakan organis berbeda dari anorganis, susunan organis terbuat dari pengaruh elan vital sehingga tidak mampu dibuat secara artificial. Pembedaan ini berkhir 1812 ketika kimiawan Friedrich Wohler (1800-1882) menisintesiskan campuran organik urea dari inorganik murni ammonium cyanate.

Dalam istilah filsafat daya hidup yang ada mungkin ada dalam bentuk entelechies di dalam benda hidup yang menjadi sebab pertumbuhan dan perkembangan (Seperti menurut Hans Driesch) atau seperti daya hidup umum seperti elan vital dalam pemikiran Henri Bergson, yang menolak vitalisme yang mempostulasikan entelechies individual.

Sumber Bacaan:

  • http://mechanism.ucsd.edu/teaching/philbio/vitalism.htm
  • http://www.skepdic.com/vitalism.html
  • http://www.philosophyprofessor.com/philosophies/vitalism.php

 

 

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.