Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Incommensurability

Bagaimana kita bisa menentukan mana ilmu yang benar atau yang salah?

Ini adalah pertanyaan mengenai bagaimana kita mengukur teori yang mana yang bisa kita percayai. Pandangan filsafat ilmu yang terdahulu yang menganut absolutisme percaya bahwa kita bisa mengetahui ilmu yang seharusnya dipercaya dengan memperbandingkan kedua teori itu. Hal ini kemudian dipertanyakan oleh Kuhn, apakah sebuah teori bisa dibandingkan dengan teori yang lain.

Sumber permasalahan dari masalah pengukuran ilmu ini adalah masalah Paradigma. Paradigma adalah bagaimana ilmuwan memandang penelitian dan ilmu-nya. Dengan kata lain sudut pandang ilmuwan berkaitan dengan ilmunya. Dalam sebuah paradigma mungkin sebuah teori masih bisa diperdebatkan satu sama lain. Sayangnya dalam paradigma berbeda maka hal ini akan menjadi sulit sekali.

Sebuah teori pasti memiliki paradigma, tidak bisa tidak. Seorang ilmuwan pasti memiliki suatu gambaran besar, harapan dalam penelitiannya, kepercayaannya dan lain sebagainya. Hal ini tidak bisa dipisahkan dari ilmuwan dan tidak bisa dipisahkan dari teori-teori ilmu pengetahuan.

Ketika seorang hendak mengukur sebuah paradigma atau sebuah teori, maka dia sudah memiliki paradigma tertentu. Dengan demikian pandangannya sudah terpengaruhi oleh paradigma tertentu sehingga tidak bisa untuk bersikap objektif, dia sudah memakai pola pikir suatu pandangan tertentu dan mencoba menerapkannya pada suatu cara pandang yang sama sekali lain. Tentu saja tidak nyambung dan kurang adil. Antara pardigma ini sungguh berbeda satu sama lain, term-term yang digunakan seringkali sangat berbeda satu sama lain. Misalnya term ruang, waktu, gerak. Masalah sepele di satu paradigma bisa jadi masalah penting di salah satunya dan bisa jadi sebaliknya. Paham Kuhn ini kemudian di teruskan lebih lanjut oleh Feyerabend. Ia membatasi pada teori yang merujuk ke semua benda dan memiliki implikasi ontologis.

Sumber Bacaan:

  • http://plato.stanford.edu/entries/incommensurability/
  • http://www.philosophypages.com/dy/i9.htm
  • http://serendip.brynmawr.edu/exchange/node/2084

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.