Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Eksperimen Regress

Pernahkah anda melakukan sebuah eksperimen di sekolah menengah. Biasanya dalam sekolah menengah sering ada percobaan dalam ilmu-ilmu alam. Seringkali percobaan mengenai pengukuran kimia, biologi, fisika dan semacamnya. Dalam pengukuran semacam ini seorang murid melakukan suatu penelitian yang dilakukan penelitian sebelumnya.

Penelitian semacam ini disebut penelitian ulang. Dalam sebuah komunitas ilmiah sebuah penelitian tidak langsung membenarkan suatu teori. Sebuah penelitian harus dapat direplika. Dengan demikian peneliti lain bisa membukatikan apakah klaim yang diberikan dari percoabaan tersebut benar atau tidak benar. Dalam upaya ini seseorang bisa memverifikasi atau memfalsifikasi suatu percobaan demikian itu.

Yang menarik adalah, sebuah percobaan memiliki kemungkinan benar atau salah. Misal seperti percobaan dalam Sekolah menengah, tentu saja bisa jadi kesalahan. Satu kelas dalam sebuah eksperimen yang sama bisa menimbulkan hasil yang berlainan. Disinilah muncul masalah  eksperimen Regress.

Eksperimen regress mengajukan pertanyaan yang sederhana. Apa yang menjadikan sebuah hasil percobaan benar? Dalam ilmu seringkali sebuah percobaan menjadi benar jika percobaan berfungsi dengan benar, dan percobaan menjadi berfungsi dengan benar andaikata hasilnya benar. Inilah yang menyebabkan suatu masalah untuk menentukan benar dan salah sebuah percobaan.

Argumen ini diajukan oleh Harry Collins, dia mencontohkan percobaan Weber dalam mendeteksi radiasi gravitasi sekitar 1970. Keberhasilan percobaannya melawan 6 percobaan gagal lainnya. Menurut Weber tidak bisa sekedar menyalahkan karena adanya jumlah kegagalan karena yang dideteksi fenomena baru. Hal ini kembali dikritik karena para ilmuan sudah melakukan berbagai upaya mengecek hasil hasilnya. Akhirnya percobaan Weber ditolak. Ini artinya komunitas fisika mencapai konsensus karena tidak adanya kriteria. Misalnya saja kenapa harus empat. Bagaimana kalau tiga. Collin dan Pickering tidak menyatakan bahwa semua orang-orang itu bersikap irasional, hanya saja jika terjadi kontroversi diselesaikan dengan negosiasi dan kriteria ekstra ilmiah.

Sumber Bacaan:

  • http://plato.stanford.edu/entries/physics-experiment/
  • http://www.galilean-library.org/site/index.php/topic/429-the-experimenters-regress/

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.