Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Kasus Blue Energy

Saya jadi ingat mengenai berita mengenai Blue Energy, sebuah cerita mengenai penemuan baru yang sepertinya sangat revolusioner di Indonesia. Mungkin banyak orang yang sudah lupa, namun kasus ini terjadi sekitar tahun 2007-2008 hingga tahun 2008. Joko Suprapto seorang yang tidak dikenal dikatakan sebagai penemu sebuah sumber energi baru yang bernama blue Energi.

Sebuah mesin yang menghasilkan energi dari bahan dasar air laut bukan, lebih tepatnya menghasilkan energi murni dari air. Jika sejenak kita pikirkan maka kita akan mengerutkan kening. Ada dua tanggapan dari penemuan ini, pertama adalah harapan karena sumber daya semacam itu pastilah akan membuat perubahan besar yang mana dunia lebih makmur. Yang kedua adalah mengerutkan kening dengan cara bagaimana alat itu bekerja. Tapi tak apalah, kita juga tidak tahu bagaimana alat alat canggih bekerja.

Namun akhirnya proyek itu gagal dan malah diduga merupakan kebohongan belaka.Bahkan yang tertipu sendiri sudah menipu presiden sehingga bisa dikatakan terjadi penipuan di sebuah negera. HolySh*t. Bahkan dia mendapat dukungan proyek dari pemerintah. Yang mengejutkan adalah banyaknya anggota akademisi yang merasa kena tipu. Sayang mengingat kalau tidak salah ada universitas yang merasa tertipu membeli mesinnya. Bahkan merugi hingga sekitar satu millyar. UMY yang merugi kemudian menggugat Joko Suprapto. Tidak jelas apakah sang penemu ini memang sengaja melakukan penipuan atau tidak. Saya tidak begitu mengikuti mengenai kasusnya, Entah, apakah blue energi akhirnya dikatakan penipuan atau tidak. Entah, mungkin pak Joko sudah “Un-person”. Teori konspirasi juga sempat menarik bagiku. Entahlah.

Ini membuat saya bertanya-tanya apakah rakyat kita sudah melek ilmu? Rasanya berlebihan pula andai kita mengharapkan demikian. Karena mungkin saja kita bisa mempertanyakan mengenai apakah masyarakat Amerika sudah melek ilmu? Pertanyaannya kenapa universitas tersebut bisa tertipu, apakah mereka tidak mengecek sebelumnya.

Saya adalah orang yang banyak terpengaruh anarkisme ilmu dan cenderung mempercayai adanya hal gaib. Tapi saya percaya Vodoo punya metode, Ilmuan punya metode, Hoax juga punya metode. Menurut saya penting juga melek Filsafat Ilmu.

Sumber Bacaan:

  • http://rovicky.wordpress.com/2007/12/10/blue_energy/
  • http://padanginfo.wordpress.com/2008/05/30/ugm-blue-energy-itu-penipuan/
  • http://forum.detik.com/showthread.php?p=3095901
  • http://www.arsip.net/id/link.php?lh=AFBUUwYCBw9X

Artikel di atas memiliki 3 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • Fisika Tashadi
    pukul 04:13

    Saya merasa perlu meluruskan hal ini. Kejadian Blue Energy tidak hanya terjadi di Indonesia. Sudah banyak ilmuwan yang mengaku menemukan cara meretas ilmu ini menjadi suatu harapan. Namun banyak cerita yang berkembang. Para ilmuwan ini hilang, mati atau seperti Suprapto. Suprapto ini juga sempat menghilang selama 2 minggu dalam perjalanannya ke istana presiden atas undangan presiden, sebelum akhirnya dia muncul dan membantah teorinya sendiri.

    Masalah Blue Energy ini menjadi misterius selama bertahun2, sampai akhirnya ada penulis yang menuliskan kisah-kisah para penemu energi baru ini. Di dunia ini banyak sekali teori konspirasi yang berkembang, yang – boleh percaya ataupun tidak – memang menjadi induksi atas yang terjadi secara faktual. Dan kasus Blue Energy menjadi salah satunya, selain kasus WTC yang sampai sekarang menyisakan banyak tanda tanya.

  • Zakaria
    pukul 17:55

    @Fisika Tashadi

    jadi segalanya pasti dikaitkan-kaitkan dengan konspirasi? kenapa nga sekalian aja bilang perkosaan adalah konspirasi kaum/bangsa tertentu untuk mematikan bisnis rok mini di indonesia?
    kenapa ga sekalian aja bilang krisis ekonomi di AS dan Eropa adalah konspirasi jahat untuk meruntuhkan ekonomi Barat?

    akui sajalah. blue energi itu hoax. begitujuga dengan PLTH. beberapa penemuan ttg sumber daya listrik tidak konvensional itu tidak semuanya asli. dan bagi yg terbukti palsu masih mencoba mencari simpati dengan menebar rumor bahwa penemunya diculik lah, diancam lah, tiba2 jadi hilang ingatan…

    katanya bangsa ini punya banyak dukun sakti dan praktisi silat tenaga dalam. tapi kalo SDM lemah ya akui saja. nga usah gengsi. kalo ente pernah ditipu dukun atau ilmuwan ya itulah bukti bahwa Indonesia itu ga seberadab yang digembar-gemborkan.

  • Manu
    pukul 05:28

    Pak Zakaria!

    2 words!
    Well said!!