Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Sejarah fisika: Para filsuf alam Yunani Kuno – Empedocles (490 – 430 BC)

Menurut Legenda Empedocles adalah seseorang yang bisa menciptakan keajaiban. Dia dipercaya bisa mengontrol angin dan menghidupkan wanita yang sudah meninggal selama tiga puluh hari. Dia mengacu dirinya sebagai dewa dan berkehendak menjadi seperti dewa. Caranya dengan melompat ke kawah gunung berapi agar tubuhnya tidak bersisa agar orang-orang berfikir bahwa dia telah kembali ke dewa-dewa.

Empedocles berpendapat bahwa jagad raya ini tercipta atas cinta dan perjuangan. Cinta menyatukan segala sesuatu dan perjuangan memisahkannya. Karena dua gerak ini maka menjadi prinsip gerak jagad raya.

Empedokles juga berpendapat bahwa dalam dunia fisik tersusun dari empat elemen atau akar. Mereka adalah bumi, udara, api dan air. Empedokles menyatakan bahwa dunia fisik tersusun dari empat elemen ini. Mereka menyusun banyak hal mulai dari benda mati hingga benda hidup. Tentu saja mereka tercipta dalam komposisi yang berbeda-beda. Tiap elemen ini masih memiliki sifat dalam penyusunnya. Elemen ini abadi dan tidak berubah.

Segala sesuatunya berkontraksi dan membesar. Ketika berada di pengaruh cinta, segalanya menyatu hingga hanya ada “yang satu. Ini adalah bila yang suci dan homogen. Ketika berada di dalam kekuatan perjuagan dunia melewati tahap-tahap hingga mencapai kehancuran. Hal ini terjadi berulang kali tanpa awal dan akhir. Dia juga berpendapat bahwa jumlah segala sesuatu di jagad raya konstan.

Beberapa pemikirannya sangat maju. Seperti bulan bersinar karena cahaya pantulan dan gerhana terjadi karena posisi bulan. Dia juga mengatakan bahwa cahaya memiliki kecepatan, tapi sangat kecil sehingga tidak bisa diamati. Dia juga menemukan contoh gaya sentrifugal yaitu gelas yang airnya diputar. Juga teori evolusi makhluk hidup yang masih sederhana dan penuh warna. Pemikiran Empedocles mengenai “yang satu” bisa juga dianggap versi awal dari teori Big Bang.

Sumber Bacaan:

  • http://www.thebigview.com/greeks/empedocles.html
  • http://www.iep.utm.edu/empedocl/

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.