Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Membela Astrologi?

Diantara para Astrolog dipercaya bahwa Sir Isaac Newton percaya dengan Astrologi. Dikatakan bahwa Astronomer Halley bertanya bagaimana dia bisa percaya Astrologi? Sir Newton menjawab “Karena aku telah mempelajarinya dan Anda tidak.” Sebenarnya kisah ini tidak ada bukti nyata,dan cenderung merupakan mitos. Tidak ada bukti nyata bahwa entah Newton mempercayainya atau pernah mempercayainya lalu meninggalkan ide itu.

Apa yang ingin saya sampaikan di sini adalah bagaimana memandang Astrologi dan Filsafat Ilmu. Apakah Astrologi adalah Sains? Pertanyaan ini sangat menjebak. Ini bergantung dari apa yang bisa anda sebut sebagai sains. Sebagian besar komunitas ilmuan memiliki pemahaman bahwa Astrologi bukan sains. Sudah banyak argumen yang mengkritik mengenai Astrologi ini, mengenai masalah pembuktiannya dan macam-macam. Tuduhan Pesudosains ditujukan kepada Astrologi. Tentu saja masalah menjadi lain kalau Astrologi diakui sebagai seni atau yang lainnya.

Tapi tidak bolehkan seseorang mempelajari Astrologi? Pertanyaan ini lebih ke berupa pertanyaan politis daripada yang lainnya. Apakah seorang ilmuan diperbolehkan melarang buku-buku Astrologi di perpustakaan-perpustakaan dan melarang universitas melakukan penelitian Astrologi. Alasannya adalah karena Pseudosains. Ini menunjukkan bibit Scientisme.

Kita perlu mengingat Tesis Larry Laudan yang beranggapan bahwa Pseudosains itu merupakan bahasa yang politis. Bahasa yang sering digunakan oleh para ilmuan untuk menyerang lawan-lawannya. Untuk mengetahui apa itu Pseudosains diperlukan pengetahuan mengenai apa itu sains. Dan mempertanyakan apa itu Sains/Ilmu, adalah tugas filsuf ilmu. Seorang ilmuan yang mencoba menjawab pertanyaan itu dia sudah melangkah ke bidang filsafat.

Saya setuju bahwa Astrologi adalah bidang yang rasanya agak-agak meragukan. Bidang yang rasanya sudah banyak dikritik oleh ilmuan. Bisa jadi tidak valid dan penuh dengan kukadooledoo-non-sense. Tapi para penghakiman tanpa mempelajari lebih dahulu metode dan tujuan sebenarnya dari ilmu itu rasanya tidak adil. Mengingatkan saya pada sang Anarkis Feyerabend yang melawan hal semacam ini. Jika seorang Ilmuan, atau seseorang yang ingin mengembangkan ilmu ini saya rasa “Everything Goes”. Mungkin bisa jadi orang itu Me-Revolusi ilmu Astrologi dan membuatnya menjadi baru, dengan menerima kritik dan pemahaman baru.

Tapi kita harus ingat bahwa tidak semua ilmuan baik dalam rangka filsafat Feyerabend, tidak semua juga Astrolog itu baik. Apakah dia menerima kritik-kritik terhadap Astrologi? Apakah dia menyadari mengenai pandangan Astrologi secara umum sekarang? Apakah dia menyadari kelemahan-kelemahan dalam ilmunya? Bagaimana dia menguasai bidangnya? Yah mungkin saja itu ‘Pseudosains’.

Saya sendiri tidak mempercayai Astrologi secara keseluruhan. Banyak kelemahan di sana dan sini. Saya juga tidak menyarankan anda mempercayai Astrologi. Saya tidak ingin hidup saya dikontrol energi bintang-bintang. Tapi ada ide-ide yang menarik dari Astrologi, seperti kekuatan benda langit mungkin memiliki pengaruh terhadap psikologi manusia sampai derajat tertentu. Itu Ide yang menarik yang bisa dikembangkan.

Sumber Bacaan:

  • http://www.halexandria.org/dward330.htm
  • http://atheism.about.com/library/FAQs/skepticism/blfaq_astro_sci_art.htm

Artikel di atas memiliki 1 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • Lady Astro
    pukul 22:47

    Astrology = Art + Science = Fun. No More, No Less.