Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Kirk Cameron: Kenapa harus mempercayai Mr Hawking?

Kirk Cameron seorang Evangelist menyerang ilmuwan kosmologi Stephen Hawking setelah dia memberi interview yang mana dia mengatakan bahwa dalam pemikirannya, surga atau kehidupan setelah kematian itu tidak ada, hanya “dongeng” bagi mereka yang takut dengan kematian. Kirk menyerang Hawking bahwa tidak ada bukti bagi klaimnya itu.

Dia mengatakan bahwa “Untuk mengatakan sesuatu yang buruk mengenai Stephen Hawking adalah seperti mengerjai orang buta. Dia memiliki kelemahan yang tidak adil, yang memberi dia tiket gratis untuk idenya yang tidak masuk akal. Professor Hawking dikatakan sebagai “Jenius dari Inggris, tapi dia mempercayai ketikamungkinan ilmiah, bahwa tidak ada menciptakan semuanya dan hidup muncul dari yang non-hidup.” kata mantan bintang televisi itu.

Bahkan dia membawa nama almarhum Jhon Lennon dalam serangannya itu. “(hawking) berkata bahwa tidak ada surga. Jhon Lennon tidak yakin. Dia berkata untuk berpura-pura bahwa surga itu tidak ada, mudah jika kau mencoba. Kemudian dia berharap kita mengikuti jejaknya.” kata Kirk, agak misquote dari lirik Imagine. “Pemikiran penuh harap seperti itu menunjukkan kepercayaan religius Jhon dan Stephen, bukan ilmu yang baik.”

Cameron yang berusia 40 Tahun mengambil isu statemen dari Hawking umur 69 kepada Guardian Minggy sebelum kuliah di London berjudul “Kenapa kita di sini?”

Kata Hawking “Saya berpendapat bahwa otak itu seperti komputer, akan berhenti bekerja ketika komponennya rusak.”
“Tidak ada surga atau kehidupan setelah kematian bagi komputer yang rusak; itu adalah dongeng bagi mereka yang takut gelap.”
Cameron kemudian melanjutkan “Kenapa orang-orang harus mempercayai tulisan Mr Hawking jika dia tidak bisa memberikan bukti mengenai kepercayaan non ilmiahnya bahwa dari ketiadaan segalanya tercipta?”(Eonline.com)

Artikel di atas memiliki 1 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • Yudianto
    pukul 06:53

    ilmu filsafat adalah ilmu tertinggi,maka benar juga dijadikan sbg dasar dari ilmu2 yg lain,jika tidak demikian,bisa terjadi penyimpangan2 dari ilmu2 tersebut.