Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Pisau Cukur Occam Bagian 2

Pisau cukur Occam dinamakan demikian karena dikaitkan dari William yang asalnya dari kota Okham (Occam) di Inggris. William ini adalah pendeta Fransiskan yang taat dan sangat serius dalam sumpah kemiskinannya.

Dia hidup pada masa abad tengah 1285 hingga 1349. Dia hidup kemiskinan atau bisa dibilang kesederhanaan hingga pemikirannya juga berbasis pada kesederhanaan itu. Hingga pada suatu waktu orang-orang Fransiskan harus berhadap-hadapan dengan Paus John XXII, mereka kalah dan harus melarikan diri.

Sebenarnya pemikiran William ini bukan barang baru.  Pemikiran William ini sudah ada pada masa hidup William. Bahkan pemikiran ini bisa dirunut dari Rabbi Maimonides, John Dun Scotus bahkan sampai setua Aristoteles. Tapi beruntunglah karena si William ini kita bisa mendapatkan dua hukum yang sesuai dengan prinsip pisau cukur Occam, singkat padat dan jelas. Sebenarnya ada tiga tapi yang terakhir sepertinya bukan asli berasal dari William.

Prinsip ini berbunyi :
“Pluralitas non est ponenda sine neccesitate”
“Frustra fit per plura quod potest fieri per pauciora”

Terjemahan bebasnya kira-kira:
Kemajemukan seharusnya tidak ditambahkan tanpa kebutuhan (prinsip kemajemukan)
Tidak berguna untuk melakukan dengan banyak daripada melakukan dengan sedikit. (prinsip lebih sederhana)

Ini berarti sebuah teori sebaiknya tidak memasukkan hal-hal di luar kebutuhan agar tetap sederhana. Kadang Pisau cukur Occam disederhanakan menjadi teori yang memiliki penjelasan yang lebih sederhana cenderung benar daripada teori-teori yang rumit. Bagaimanapun sebenarnya William sendiri bukan penemu prinsip lebih-sederhana, bahkan prinsip ini sering ditemukan ulang oleh para filsuf. Prinsip ini kadang dikaitkan kepada Aristoteles dialah yang diketahui mengatakan bahwa “Semakin sempurna alam, semakin sedikit cara yang digunakan untuk bekerja”. Ide bahwa kesempurnaan adalah kesederhanaan dan kesederhanaan adalah kesempurnaan sepertinya diasalkan kepadanya.

Bersambung..

Sumber Bacaan:

  • How Occam’s Razor Works by Josh Clark http://science.howstuffworks.com/innovation/scientific-experiments/occams-razor.htm
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Ockham%27s_razor
  • http://pespmc1.vub.ac.be/occamraz.html
  • http://math.ucr.edu/home/baez/physics/General/occam.html

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.