Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Pisau Cukur Occam Bagian 3

Kadang pisau cukur Occam ini dijadikan prinsip yang sederhana. Yaitu yang mana penjelasan yang sederhana adalah yang benar. Walaupun demikian memang kadang Pisau Cukur Occam dipakai lebih kuat dari yang William inginkan. Seperti contohnya pisau cukur ini bisa disingkat menjadi “sebuah pendapat yang memiliki lebih sedikit asumsi lebih mungkin benar.”

Ini menyebabkan seringkali pisau cukur ini digunakan untuk menyerang teori-teori agama. Teori-teori agama memiliki berbagai macam asumsi tambahan dan tidak sederhana. Penjelasan mengenai terciptanya alam semesta harus memelukan segala penjelasan yang rumit. Seringkali yang diserang dengan pisau cukur ini adalah teori konspirasi. Ini karena teori konspirasi mengandalkan berbagai macam asumsi tambahan yang rumit.

Sayangnya apakah semua yang sederhana menjamin kebenaran. Tidak. Jika kita pikirkan secara akal sehat mempercayai sebuat teori karena teori itu simple itu tidaklah benar. Sebuah teori bisa saja rumit namun lebih benar dari teori yang terlalu simpel. Jika memang teori yang lebih sederhana selalu harus menjadi rujukan maka kepolisian akan mengalami kesulitan karena jika saja ada penjahat yang sedikit pintar maka dengan mudah mereka akan digiring ke arah yang salah. Dan tentu saja novel misteri tak akan lagi menarik.

Menyerang agama menggunakan pisau cukur ini juga akan membuatnya kehilangan maknanya. Malahan bisa jadi menyerang balik sains sendiri. Jika dipikir baik-baik maka adalah lebih sederhana menjelaskan suatu fenomena dunia sebagai ciptaan Tuhan daripada diciptakan melalui Big Bang.

Walaupun prinsip ini kadang tidak selalu benar (atau secara benar digunakan) namun pisau cukur ini sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan pisau cukur Occam maka teori lebih efisien dan sederhana.

Sumber Bacaan:

  • How Occam’s Razor Works by Josh Clark http://science.howstuffworks.com/innovation/scientific-experiments/occams-razor.htm
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Ockham%27s_razor
  • http://pespmc1.vub.ac.be/occamraz.html
  • http://math.ucr.edu/home/baez/physics/General/occam.html

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.