Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Ilmu dalam Iklan: Sembilan dari Sepuluh Wanita

Yang aku herankan dari iklan adalah, tidak ada yang mau repot-repot mengecek kebenaran dari penyataan ilmiah di dalamnya. Tentu saja mereka terlalu sibuk untuk pergi dan mengecek ke pabrik mengenai metode yang digunakan dan lain sebagainya. Bahkan seorang ilmuan, saya meragukan ada yang mau repot-repot menanyakan jumlah sample dan sample error yang terjadi dalam penelitian yang disebutkan di iklan itu. Namanya juga iklan ngapain repot-repot.

Tapi karena filsuf itu sering usil. Maka filsafat ilmu bisa saja membahasnya di sini. Ilmuan merupakan bintang iklan yang sangat baik. Terutama karena mereka memiliki kapabilitas sebagai seorang ilmuan. Dengan metodenya dan alat alatnya yang canggih. Jadi mirip seperti dukun, hanya saja dengan teknologi canggih dan biasanya lebih rasional. Perkataannya gampang dipercaya. Kalau sudah muncul dari mulut ilmuan, rasanya jadi lebih terjamin.

Karena itulah kadang iklan-iklan di TV menampilkan orang-orang memakai baju putih, ilmuan atau entah aktor yang pura-pura jadi ilmuan (Tidak pernah yakin), para peneliti yang mondar mandir, kemungkinan besar aktor, kecuali kalau perusahaan itu memang punya banyak peneliti yang ganteng dan cantik yang mau jadi bintang iklan, berada di sebuah laboratorium mewah yang rasanya mirip sekali dengan setting di studio. Jika mereka pernah melihat ke CERN, di fotonya para peneliti tidak memakai jas putih membawa notebook ke sana kemari seperti dalam novel tertentu di luar sana. Di fotonya mereka biasanya memakai topi pekerja.

Kadang iklan iklan itu mengajukan statemen ilmiah yang sangat meragukan. Misalnya sembilan dari sepuluh, tiga dari sepuluh, lima dari sepuluh, atau entah apapun. Mereka tidak menyertakan berapa jumlah sampel, tempat, waktu. Saya tidak mengatakan mereka salah, saya toh tak pernah mengecek. Bisa saja mereka melakukan penelitian serius dengan dana sangat besar atau mereka meneliti di rumah sakit agar sampel bisa tepat sasaran. Saya tidak tahu. Tapi kedengarannya seperti ilmu jadi percaya saja. Toh hanya iklan. Setidaknya minimal kita hati-hati saja agar tidak sembarangan termakan iklan.

“Sepertiga tubuh manusia adalah air”

Ah, benar, kita sudah kebanyakan Air.

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.