Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Paradoks Zeno

Pada abad ke lima sebelum masehi, itu adalah waktu yang sangat lama, di negeri Yunani ada seorang pria yang mengajukan sebuah paradoks yang sangat menarik. Paradoks adalah sesuatu permasalahan yang sangat aneh yang tidak masuk akal. Sebuah permasalahan yang tidak mudah dijawab dan jika dipikirkan lebih lanjut pikiran bisa menjadi blunder. Sebenarnya permasalahan ini malahan cukup asik jika dipikirkan, walaupun bisa jadi sangat mengganggu bagi ahli logika atau semacamnya.

Zeno memulai bercerita mengenai Achilles dan kura-kura. Jika anda akrab dengan mitologi yunani anda tentu kenal dengan seorang Achilles yang tangguh, yang di seluruh tubuhnya kebal terhadap senjata kecuali kakinya. Ini karena waktu kecil kakinya dicelupkan ke sungai Styx oleh ibunya. Seorang pejuang yang tangguh dan karena demikian seharusnya kemampuan larinya cukup hebat. Tokoh utama film troy.

Dan anda tentu mengenal kura-kura. Hewan yang menurut dongeng mampu mengalahkan kelinci karena usaha keras dan keberuntungan.

Pada suatu hari terjadi pertandingan lari antara Achilles dan kura-kura. Sebenarnya bukan pertandingan lari, tetapi Achilles mengejar kura-kura. Bayangkan Achilles mengejar kura-kura yang sudah berada jauh di depan. Bayangkan Achilles melangkah duapuluh meter ke depan semakin mendekati kura-kura. Setibanya di tempat sang kura-kura tadi, ternyata sang kura-kura sudah beranjak beberapa langkah. Achilles lalu mengejar sang kura-kura kembali. Dia tiba di tempat sang kura-kura tadi berada, karena sang kura-kura telah melangkah beberapa senti menjauhi Achilles. Achilles lalu mengejar kembali, tapi ketika tangannya hendak meraih tempat di mana kura-kura tadi berada, kura-kura telah melangkah sedikit lagi. Begitulah hingga jarak nanometer.

Alkisah Achilles tak pernah menangkap kura-kura. The End.

Tunggu dulu! Kalian pasti berpikir ada yang salah dalam cerita ini. Jika memang begitu ceritanya tidak ada yang namanya penjual kura-kura, tidak ada maling yang tertembak dan tertangkap polisi, dan kemarin fakta bahwa seseorang menangkap kura-kuranya itu apa? Zeno tidak hanya memiliki satu paradoks, paradoks Achilles hanya salah satunya.

Zeno dikatakan mengungkapkan ini untuk membela gurunya Parmendides yang menyatakan gerak adalah relatif. Aristoteles menjawab paradoks ini dengan mengatakan bahwa tak ada ketakterbatasan aktual, yang ada ketidakterbatasan potensial. Sekarang terdapat penjelasan standar terhadap paradoks-paradoks zeno. Jawabannya cukup rumit sebenarnya, namun coba saya jelaskan dengan mudah.

Bayangkan Achilles dan kura-kura terdapat jarak, dan jarak dan waktu adalah kontinum, artinya memiliki poin tidak terbatas di antaranya. Achilles bergerak dari X1 ke X2, Ketika tiba di sana kura kura telah mencapau X3. Achilles tiba di X3 tapi kura-kura tiba di X4 dan seterusnya. Jarak tiap perjalanan Achilles disebut D1, D2, D3 seterusnya. Memang sekuen perjalanan Achilles tidak terbatas. Tapi jumlah jarak D1,D2,D3 dan seterusnya adalah jarak terbatas yang bisa diraih dalam kecepatan yang konstan.

Sumber Bacaan:

  • http://www.iep.utm.edu/zeno-par/

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.