Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Intelligent Design

Desain Cerdas atau Intelligent Design adalah masalah pelik di bidang ilmu pengetahuan. Ini karena susahnya menentukan apakah ini sains atau bukan. Hal ini menyebabkan perdebatan panjang di Amerika serikat mengenai apakah ia sains ataukah lebih condong pada kepercayaan agama.

Desain Cerdas atau Intelligent Design adalah suatu program penelitian ilmiah begitu pula mereka yang disebut komunitas ilmu, filsuf dan pelajar lainnya yang mencari bukti adanya Desain dalam alam. Teori Desain Pintar menyatakan bahwa bagian dari alam semesta dan makhluk hidup paling baik dijelaskan dengan kepandaian, bukan suatu proses seleksi alam.  Desain Cerdas adalah bagian dari Teori Desain. Teori Desain kadang disebut juga desain atau argumen desain. Mereka berpandangan bahwa alam semesta penuh tanda bahwa ia didesain dari kecerdasan yang mendahuluinya

Yang paling terkenal dari teori Desain adalah argumen dari teolog William Paley pada 1802. Dia mengajukan tesis “pembuat jam.” Namun demikian setelah munculnya Teori Darwin teori Desain terkalahkan. Teori Desain kemudian muncul kembali dengan revisi bernama Desain Cerdas. Desain Cerdas berbeda dengan teori Desain lain karena itu tidak sekedar menjelaskan keberadaan Tuhan dari alam. Teori ini berpendapat bahwa suatu kecerdasan adalah penting untuk bisa memahami biologi yang komplek dan itu bisa dideteksi secara empiris. Intelligent Design tidak sama dengan Kreasionisme. Kreasionisme seringkali merujuk pada teori bahwa Tuhan menciptakan jagad raya dan manusia dalam enam hari seperti tercatat pada Injil buku satu, Genesis.

Teori Intelligence Design menimbulkan perdebatan panjang apakah itu sains ataukah hanya persembunyian dari agama. Intelligent Design juga dituduh mengusulkan meninggalkan penelitian ilmiah karena mengusulkan adanya Desainer. Pada Desember 2005 Intelligent Design mengalami nasib sama dengan kreasionisme di Amerika, doktrin agama tidak bisa diajarkan di institusi sekular.

Sumber Bacaan:

  • http://www.intelligentdesign.org/
  • http://www.intelligentdesign.org/whatisid.php
  • http://www.arn.org/idfaq/What%20is%20intelligent%20design.htm
  • http://www.beliefnet.com/News/Science-Religion/2005/05/Faqs-What-Is-Intelligent-Design.aspx
  • http://www.skepdic.com/intelligentdesign.html

Artikel di atas memiliki 3 tanggapan. Klik tombol berikut untuk membuka form tanggapan.

* Wajib diisi.

  • andy Sunoto
    pukul 12:12

    Segala sesuatu itu ada karena hubungan sebab akibat yang saling bergantungan, saling menjadikan. Hukum itu abadi, bukan perancangnya yang abadi. Hawking telah mengatakannya. alam semesta memang mempunyai awal, kalau medan gravitasi sekarang sama dengan medan gravitasi saat dentuman besar. Menanyakan mengapa alam semesta tertala sangat teliti, sama saja dengan menanyakan mengapa 2+2=4. Mengapa 2+2=4?. Karena itu memang sudah hukumnya. Hukum ini berlaku diseluruh alam semesta dan dari seluruh waktu tanpa batas awal akhir. Kemudian kalau ada “intellegent lalu mengubah hukum matematika ini, misalnya 2+2=5, maka akan mengacaukan sistem diseluruh bilangan, dan dunia kiamat karena segala sesuatu yang bisa dihitung akan mengalami kekacauan. Grafitasi, waktu, ruang, kecepatan dan seluruh komponen apapun di alam semesta yang ada yang bisa dihitung secara matematis akan mengalami kekacauan (alam semesta tak tertala). Bila ada alam semesta seperti itu, pasti tidak mendukung terjadinya makhluk hidup (seperti manusia,yang punya kesadaran lalu menyadari dan mempelajari tentang alam semesta yang tertala)
    Intelegent design itu memang ada, tapi itu didalam bukan diluar. Kesadaran itulah Intelegent design. Filsafat kuantum menyatakan kalau realitas ditentukan oleh pengamatan, Tiap elemen berisi keseluruhan paket alam semesta didalam dirinya. Dengan mengamati satu titik, berarti mengamati seluruh alam semesta tanpa awal tanpa akhir dan ruang tanpa batas. Fisika modern juga membuktikan bahwa alam semesta ini nol, tak ada ruang, waktu, dan grafitasi. Tapi mengapa alam semesta ini ada? Jawabnya semua ini ulah kesadaran. Mengapa ada kesadaran, karena ada materi super komputer otak. Materi ada karena………….muter terus tidak ada hentinya. Tapi itulah hukum. Hukum itu abadi. Bukan intellegent design yang bisa seenaknya mengintervensi hukum itu yang abadi, tapi hukumnya yang abadi.
    Kesimpulan:
    Cara kerja alam semesta-kesadara itu rumit dan segala sesuatu itu saling mengadakan, saling menjadikan. Hukum-kukum itu.

  • Baiq Ismayawati
    pukul 09:29

    ajaran agama terutama islam sangat terkait dengan ilmu pengetahuan, karena dalam Al qur’an telah tersurat tentang ilmu pengetahuan yang harus terus digali sehingga merangsang manusia untuk terus berfikir dan menjadi pintar

  • umzqi
    pukul 14:27

    kak ijin share:)