Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Problema Batas-batas: Sejarah (6) Paul Feyerabend.

Berbeda dengan Imre Lakatos, Paul Feyeraband lebih memilih untuk membawa skeptisisme yang dibawa oleh Thomas lanjut dan menentang pembedaan sederhana yang diciptakan Popper. Dia adalah seorang filsuf radikal yang berpaham Anarkisme, dia sendiri bisa disebut menganut Anarkisme Epistemologi.

Paul Feyerabend lahir tahun 1924 di Vienna. Dia pernah hendak belajar kepada Wittgenstein  namun sayangnya sang filsuf meninggal sebelum dia sempat belajar. Dia kemudian belajar di bawah bimbingan Karl Popper. Setelah itu dia mulai mengembangkan pemikiran yang bernada dadastic dan anarkistik. Dia memiliki pandangan melawan suatu metode yang dogmatik, ini membuatnya berada di posisi berlawanan dengan pemikiran rasionalis pada masa itu.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya Popper mengembangkan ide-ide mengenai skeptisisme yang ada dalam buku Structure of Scientific Revolution milik Thomas Kuhn dan membawanya ke titik ekstrim. Ini menyebabkannya untuk melawan segala metodologi beku yang diharuskan menuntun suatu penelitian ilmiah. Pandangannya ini sangat radikal untuk sebuah sains yang tanpa metodologi.

Menurut Feyerabend tidak ada yang baku baik secara logika maupun secara metodologi. Ini menyebabkan hilangnya otoritas pengetahuan yang dimiliki oleh para ilmuan. Sesuatu ilmu tidak bisa dimonopoli oleh sebagian orang yang menetapkan kebenaran. Ini membawa kepada suatu pengetahuan yang lebih demokratis dan anarkistis.

Pendapatnya ini berasal dari pandangannya bahwa sebenarnya tidak ada suatu metodologi yang terus dipakai oleh komunitas ilmiah secara konsisten. Pada suatu kesempatan pasti ada pelanggaran dari komunitas ilmiah itu demi berkembangnya ilmu pengetahuan. Bahkan keberadaan satu metodologi tunggal demikian bisa jadi menyebabkan sains menjadi susah berkembang. Sains akan memperoleh keuntungan dengan anarkitisme teori dalam dosis yang tepat. Berlawanan dengan Lakatos, Feyerabend menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada pemisah yang jelas antara sains dan pseudosains sehingga sebuah hukum metodologi tunggal berbahaya.

Sumber Bacaan:

  • http://rationalwiki.org/wiki/Paul_Feyerabend
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Demarcation_problem
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Epistemological_anarchism

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.