Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Problema Batas-batas : Sejarah (8) Larry Laudan

Larry Laudan adalah seorang filsuf ilmu pengetahuan kontemporer kelahiran Austin Texas pada tahun 1941. Dia adalah seorang filsuf ilmu pengetahuan yang mengkritisi pandangan positivisme, realisme dan relativisme. Pandangannya yang disebut “Tradisi penelitian” dipandang sebagai alternatif penting dari “program penelitian” Imre Lakatos.

Dia mengarang buku yang berjudul Progress And Its Problem. Laudan menuduh filsuf ilmu hanya melakukan lip servis ketika mengatakan bahwa “Sains adalah pada dasarnya aktifitas pemecahan permasalahan” tanpa mempertanyakan secara serius implikasinya pada sejarah sains dan filsafat. Dia melawan paham empirisisme yang diwakili Popper dan revolusionisme diwakili Thomas Kuhn. Laudan berpendapat bahwa sains berkembang dari pengumpulan data sambil memecahkan anomali konseptual secara bersamaan. Hanya satu bagian saja tidak menggambarkan perkembangan sains.

Dia juga selanjutnya menulis buku Beyond Positivism and Relativism. Laudan berpendapat bahwa tujuan dari ilmu adalah untuk mengamankan teori dengan pemecahan peramasalahan yang efektif. Teori semakin baik ketika dia memecahkan masalah konseptual lebih banyak sementara menurunkan jumlah anomali empiris.

Setelah mengamati sejarah dalam membuat kriteria pemisahan, Laudan berpendapat bahwa filsafat ilmu gagal melakukan pemisahan antara sains dan non sains untuk selanjutnya memisahkan sains dan pseudo-sains. Dia menemukan bahwa pemisahan antara sains dan pseudo-sains (sains palsu) seringkali dijadikan “mesin perang” antara para ilmuan dengan mereka yang diberi label “ilmuan gadungan” (pseudoscientist). Dia kemudian melihat berbagai fenomena di masyarakat seperti pelatihan sepak bola dan pertukangan sampai sastra dan filsafat. Laudan berpendapat bahwa batas-batas antara sains dan non-sains adalah pesudo-problem atau masalah palsu. Dia kemudan beranggapan bahwa lebih baik (secara praktis maupun secara filosofis) untuk mengubah sudut pandang kita tentang permasalahan batas-batas ini. Daripada menghabiskan pemikiran untuk menentukan apakah ini ilmu atau tidak, lebih baik memfokuskan diri apakah pengetahuan ini bisa dipercaya atau tidak.  Dia menganggap istilah “pseudo-sains” dan “tidak ilmiah” sebagai pernyataan yang kosong. Pernyataan semacam ini seperti penyataan retoris seorang politikus atau sosiologist.

Sumber Bacaan:

  • http://pandasthumb.org/archives/2006/06/laudan-demarcat.html
  • http://www.sciencechatforum.com/viewtopic.php?f=10&t=13083
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Larry_Laudan
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Demarcation_problem#Laudan.27s_rejection_of_the_demarcation_problem

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.