Pengertian Attribution Model Dalam Marketing

Konsep attribution model dalam bidang marketing artinya sebuah cara atau perspektif untuk menandakan  keberhasilan sebuah kanal marketing di antara kanal marketing lainnya berdasarkan interaksi pengguna terhadap keseluruhan kanal marketing tersebut. Konsep attribution model ini sangat penting untuk dipahami tidak hanya untuk digital marketing tetapi juga marketing konvensional seperti offline marketing.

Last Interaction Attribution Model

Last interaction attribution model adalah salah satu attribution model yang paling populer dan banyak digunakan secara global. Kalau diterjemahkan melalui konsep di atas, definisi last interaction attribution model yaitu sudut pandang yang digunakan dalam menilai keberhasilan sebuah kanal marketing berdasarkan kanal terakhir digunakan oleh pengguna.

Gambar Daftar Attribution Model

Contoh Last Interaction Attribution Model

Tanpa contoh, konsep last interaction attribution model ini hanyalah omong kosong belaka. Bayangkan Anda adalah seseorang yang hendak membeli Samsung Gear S3 Frontier seharga tiga juta rupiah. Kanal marketing yang biasa digunakan Samsung itu kira-kira apa? Anggap di bawah ini kanal marketing yang digunakan Samsung:

  • TV (Sudah pasti)
  • YouTube
  • Billboard
  • Iklan di website berita seperti Detik dan Kompas
  • Booth di event Soundrenaline

Di bawah ini adalah perjalanan Anda hingga akhirnya memutuskan untuk membeli Samsung Gear S3 Frontier yang agak biasa dan setahun lagi harganya akan turun jauh.

  1. Pada hari sabtu Anda bersantai dan lihat iklan Samsung Gear S3 Frontier di TV;
  2. Lal malam minggu Anda jalan-jalan dong ke mal atau ke mana gitu sama pasangan, kalo tidak punya ya cari dulu saja. Lalu pada saat menuju ke mal, di jalan Anda melihat iklan Samsung Gear S3 Frontier di billboard;
  3. Sudah selesai jalan-jalan, balik ke rumah. Balik ke rumah siapa saya tidak mau tahu. Di rumah Anda lihat YouTube sebelum tidur dan menyaksikan ada Samsung Gear S3 Frontier;
  4. Keesokan harinya Anda sudah ada rencana ke Soundrenaline. Di sana Anda melihat ada booth Samsung yang di dalamnya ada showcase Samsung Gear S3 Frontier. Di situ Anda merasa sangat tertarik untuk membelinya karena sudah melihat sendiri barangnya dan SPG-nya yang kulitnya putih, rambutnya hampir sepinggang, pakai outfit hitam, rok pendek, high heels dan bikin gregetan. Omaigat;
  5. Pulang dari Soundrenaline sudah hampir tengah malam dan Anda besok bekerja. Oleh karenanya Anda menyempatkan diri untuk lihat berita di Detik. Pada website tersebut Anda melihat ada iklan banner Samsung Gear S3 Frontier dan merasa biasa saja, hanya lewat.
  6. Besoknya pulang kantor Anda menyempatkan diri cari Samsung Gear S3 Frontier termurah di TokoLapak dan memutuskan untuk membelinya.

Pertanyaannya! Berdasarkan konsep last interaction attribution model kanal marketing mana yang berhasil membuat Anda membeli Samsung Gear S3 Frontier? Jawabannya adalah Detik. Selamat untuk Detik, buat yang kanal lainnya harap bersabar ini ujian.

Kenapa Detik? Karena di Detik Anda terakhir kali melihat iklan Samsung Gear S3 Frontier. Saya paham Anda tidak terima karena sebenarnya yang membuat Anda membeli adalah SPG Samsung di event Soundrenaline, saya mengerti itu. Namun, apa boleh buat, di sini kita memakai perspektif last interaction attribution model sehingga mengharuskan penggunanya memandang dari kanal terakhir yang digunakan pembeli.

Attribution Model Lain

Ada attribution model selain last interaction attribution model yaitu:

  • First interaction attribution model
  • First and last interactions attribution model
  • Linear attribution model
  • Time decay attribution model
  • Data-driven attribution model
  • Custom attribution model

Memang cukup banyak dan saya belum buat artikelnya, tidak ada motivasi. Akan saya buat artikelnya kalau sudah mencapai 10 komentar dan 10 likes.

Tags: , , , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Pengertian Attribution Model Dalam Marketing”

Silakan Beri Komentar