Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
[PENTING] Tips dan Panduan Memilih Presiden Indonesia

Artikel ini kami tulis agar masyarakat Indonesia memiliki kerangka berpikir yang lebih logis dan terarah dalam memilih individu yang cocok  sebagai Presiden Indonesia.

Calon Presiden Indonesia dalam artikel ini kami namakan Pak Ridwan agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan kepada salah satu calon presiden. Berikut pisau analisis yang dapat Anda pakai dalam memilih calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Riwayat Perilaku

Riwayat perilaku adalah perilaku seorang calon presiden pada masa lalu dari waktu ke waktu. Contohnya, perilaku Pak Ridwan pada tahun 1990, 1995, dan 2000 dalam menanggapi kritik masyarakat.

  • Apa yang dilakukan Pak Ridwan tahun 1990 ketika dikritik oleh masyarakat?
  • Apakah perilaku Pak Ridwan ketika dikritik oleh masyarakat pada tahun 1990 sama dengan perilakunya pada tahun 1995, dan 2000?
  • Bagaimana tanggapan masyarakat dalam menanggapi perilaku Pak Ridwan?

Aplikasinya dalam bentuk konkrit yaitu sebagai berikut.

  • Pada tahun 1990 Pak Ridwan dikritik pedas oleh masyarakat karena menaikkan harga BBM jauh di atas harga rata-rata kenaikan BBM per tahun. Sebagai tanggapan, Pak Ridwan malah menyalahkan Pertamina yang tidak bisa mengelola distribusi BBM secara efisien.
  • Pada tahun 1995 dan 2000 Pak Ridwan juga dikritik pedas akibat ada anggota partainya yang terlibat korupsi. Sebagai tanggapan, Pak Ridwan malah menyalahkan sistem pemerintah yang tidak jelas dalam mengatur perbuatan korupsi.
  • Hasil observasi tahun 1990, 1995, dan 2000 menunjukkan bahwa Pak Ridwan suka menyalahkan atau mengkambinghitamkan orang lain. Setelah survey masyarakat ditemukan bahwa masyarakat berpendapat bahwa Pak Ridwan suka menyalahkan orang lain. Oleh karenanya berdasarkan hasil observasi dan survey, riwayat perilaku Pak Ridwan adalah individu yang suka menyalahkan orang lain.

 Sangat mungkin di kemudian hari saat Pak Ridwan menjabat sebagai presiden, beliau akan hobi menyalahkan orang lain, institusi lain, atau bahkan masyarakat tanpa mencari solusinya.

Sebaliknya, jika riwayat perilaku Pak Ridwan menunjukkan bahwa Pak Ridwan selalu mencari jalan keluar ketimbang menyalahkan orang lain, maka Pak Ridwan akan selalu mencari solusi untuk segala persoalan negara.

Visi dan Misi

Visi dan misi calon presiden terdengar tidak penting, tapi sebenarnya sangat penting. Visi menentukan arah dan strategi pembangunan Indonesia. Sedangkan misi adalah cara untuk mewujudkan visi tersebut. Dengan kata lain, visi terwujud ketika misi dilaksanakan dengan baik dan berhasil. Kata kuncinya adalah dilaksanakan dan berhasil.

Berikut adalah visi dan misi calon pasangan Presiden dan Wakil Presiden pemilu tahun 2019. Perbandingan visi dan misi pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin (pasangan nomor 1), dan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (pasangan nomor 2).

Visi Misi Jokowi dan Prabowo

Visi Jokowi dan Ma’ruf Amin

Visi pasangan nomor satu adalah “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong.”

Berdasarkan visi tersebut paslon nomor satu fokusnya adalah membangun Indonesia agar menjadi lebih berdaulat, rakyatnya lebih mandiri, dan rakyatnya berkepribadian, dan untuk mewujudkan itu semua dengan cara bantu membantu satu sama lain. Pondasi utamanya adalah gotong-royong, implikasinya yaitu persatuan rakyat Indonesia dalam segala aspek.

Positifnya, visinya simpel dan mudah diingat. Kritiknya, sangat abstrak dan tidak menggunakan Pancasila dan UUD 1945.

Visi Prabowo dan Sandiaga Uno

Visi pasangan nomor dua adalah “Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur bermartabat, religius, berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Repulik Indonesia Tahun 1945.”

Paslon nomor dua fokusnya adalah keadilan sosial, politik internasional, ekonomi, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pondasi utamanya adalah Pancasila dan UUD 1945.

Positifnya, tidak terlalu abstrak dan menggunakan Pancasila dan UUD 1945. Kritiknya, terlalu panjang dan sangat sulit diingat.

Misi Kedua Paslon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Tahun 2019

Terdapat sembilan misi yang diajukan oleh paslon nomor 1. Terdapat lima misi yang diajukan oleh paslon nomor 2. Keduanya memiliki kesamaan misi dalam aspek berikut.

  • Pembangunan ekonomi
  • Peningkatan kualitas manusia
  • Penegakan hukum
  • Kepribadian bangsa
  • Pertahanan negara

Namun, keduanya juga memiliki perbedaan yaitu sebagai berikut.

  • Paslon nomor satu mempertimbangkan aspek lingkungan hidup untuk mewujudkan misinya, sedangkan paslon nomor dua tidak.
  • Paslon nomor satu ingin membangun visi melalui tata kelola dan sinergi pemerintah, sedangkan paslon nomor dua tampaknya tidak secara explisit menyebutkannya.
  • Dalam aspek pertahanan negara, paslon nomor dua menekankan bahwa sistem pertahanan dan keamanan nasional akan dibangun. Artinya, penggunaan APBN akan digunakan juga secara besar untuk pembelian alusista.

Sebagai warga negara yang baik dan tentu memiliki aspirasi, silakan dicek apakah visi dan misi paslon tersebut sesuai dengan keinginan Anda atau tidak.

Apakah Anda lebih mengutamakan APBN untuk keberlanjutan lingkungan hidup atau upgrade sistem pertahanan dan keamanan nasional? Itu pilihan Anda.

Partai Pengusung dan Pendukung

Lihat partai pengusung dan partai pendukung Pak Ridwan. Apakah ada partai yang memiliki track record atau sejarah kelam dalam bentuk, misalnya korupsi, konspirasi, SARA, dan sebagainya. Jika ada, maka sebaiknya hindari memilih Pak Ridwan. Itu idealnya.

Pada kenyataannya semua partai memiliki track record baik dan buruk. Oleh karenanya pilihlah partai yang memiliki sedikit track record buruk.

Di dalam partai juga terdapat anggota partai. Lihat apakah anggota partai juga memiliki track record yang buruk? Jika sebagian besar anggota partai pengusung maupun pendukung Pak Ridwan banyak terlibat kasus, maka sebaiknya Pak Ridwan jangan dipilih.

Buruknya anggota partai antara lain bisa diidentifikasi dengan perilaku sebagai berikut.

  • KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
  • SARA
  • Perbuatan pidana
  • Rasisme
  • Diskriminasi gender
  • Penghina Pancasila dan UUD 1945
  • Penjahat perang
  • Berselingkuh

Silakan hitung sendiri berapa anggota partai pengusung dan pendukung Par Ridwan yang meiliki perilaku seperti di atas. Apabila banyak, sebaiknya calon presiden dengan anggota partai pengusung dan pendukung seperti itu tidak Anda pilih.

Demikianlah sedikit tips, cara, dan panduan dalam memilih calon presiden. Tulisan ini tidak sempurna. Masih banyak panduan lainnya dalam memilih calon presiden, tetapi karena keterbatasan waktu kami hanya memberikan tiga cara saja.

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.