Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Apa Itu Manajemen?
Kompleksitas Manajemen
Gambar Kompleksitas Manajemen

Kata manajemen diserap dari bahasa Inggris yaitu management. Kata management memiliki kata dasar manage yang diserap dari bahasa Itali maneggiare.

Kata maneggiare dalam bahasa Indonesia artinya menangangi. Secara etimologi, kata maneggiare terdiri atas dua kata bahasa Latin yaitu manus (tangan) dan agere (beraksi). Oleh karena itu definisi manajemen menurut asal kata tersebut yaitu proses menangani sesuatu.

Meskipun belum ditemukan literatur yang menegaskan asal muasal kata manajemen secara sah (dokumen tercatat pada ISBN), tetapi penjelasan di atas diterima dan disepakati oleh dunia sebagai cara menjelaskan asal kata manajemen.

Netralitas Kata Manajemen

Manajemen erat kaitannya dengan bidang ekonomi dan bisnis. Manajemen dipakai untuk menangani proses tertentu agar lebih efektif dan efisien. Lihat, kata kuncinya adalah menangani. Dari sisi ekonomi dan bisnis ditambahkan dengan kata efektif dan efisien.

netralitas kata manajemen

Manajemen itu sebenarnya bukan kata yang ingin menunjukkan suatu kondisi bagus atau tidak bagus, melainkan netral. Contohnya, manajemen tangan besi. Kondisi manajemen tangan besi bagus atau tidak bagus? Jawabannya tidak bisa langsung, harus ada reasoning-nya terlebih dahulu.

Manajemen tangan besi harus akan efektif dan efisien apabila diterapkan dalam environment bisnis yang korup. Sebaliknya, apabila diterapkan dalam environment yang punya good corporate governance dan budaya kerja yang baik, manajemen tangan besi akan membuat karyawan tidak betah dan membuat turnover yang tinggi.

Penggunaan Kata Manajemen

Biasanya akan sering terdengar kalimat “ini sudah menjadi keputusan manajemen.” Kata manajemen dalam kalimat itu merujuk kepada top management. Jadi kata manajemen jika digunakan dalam kalimat semacam itu artinya adalah top management, bukan sebagai proses menangani sesuatu.

Top management adalah sekelompok orang yang memiliki jabatan atau tingkatan tertinggi dalam hierarki perusahaan. Top management lazimnya adalah para pimpinan perusahaan, direktur, atau C-Level.

Ada juga kalimat “ah, pendapatan perusahaan tahun ini bakal menurun, manajemennya payah nih.” Kata manajemen dalam kalimat itu merujuk pada pengelolaan bisnis. Jadi maksud kalimat tersebut adalah pendapatan perusahaan yang turun disebabkan oleh pengelolaan bisnis yang buruk.

Lalu dalam bisnis aspek apa saja yang ada aspek manajemennya?

Fungsi Manajemen Dalam Bisnis

Sebelum masuk pada bahasan bagaimana manajemen diaplikasikan ke dalam bisnis. Harus diketahui terlebih dahulu tentang fungsi manajemen dan fungsi bisnis.

Manajemen dalam bisnis

Awas salah dalam memahami kata fungsi! Biasanya orang Indonesia menggunakan kata fungsi untuk mendefinisikan kemampuan suatu hal atau benda, misalnya fungsi lemari es adalah mendinginkan. Dalam konteks literatur manajemen berbahasa Inggris tidak demikian.

Apakah fungsi bisnis? Jawaban awamnya adalah bisnis fungsinya untuk mencari uang, tidak begitu. Dalam literatur manajemen, fungsi adalah berbagai peran atau komponen yang tersusun sebagai landasan untuk mendefinisikan sesuatu.

Jadi untuk menguak fungsi bisnis, maka pertanyaannya harus begini “peran apa saja yang harus ada pada bisnis sehingga itu patut disebut sebagai suatu bisnis?” Begitu juga jika ingin menguak fungsi manajemen.

Contoh aplikasinya adalah fungsi ikan terdiri atas insang, sirip, sisik, dan renang. Bukan ikan fungsinya untuk dimakan. Cara baca yang benar adalah “Insang, sirip, sisik, dan kemampuan renang adalah komponen yang harus ada pada sesuatu yang disebut ikan”.

Fungsi Manajemen Menurut Henri Fayol

Seorang insinyur pertambangan dari Perancis, Henri Fayol, mencanangkan lima fungsi utama manajemen dalam bukunya yang berjudul Administration industrielle et générale; prévoyance, organisation, commandement, coordination, controle tahun 1917 yaitu sebagai berikut.

Wajah Henri Fayol
  1. Planning (Merencanakan): Hal yang direncanakan adalah kegiatan bisnis. Perencanaan dapat mencakup pengaturan jadwal, dan perencanaan penempatan sumber daya.
  2. Organizing (Mengorganisasikan): Hal yang diorganisasikan adalah proses dan sumber dayanya agar tepat dialokasikan dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing.
  3. Commanding (Mengatur): Sumber daya manusia harus diatur sedemikian rupa agar tahu role and responsibility-nya supaya tiap individu memiliki tanggung jawab yang jelas.
  4. Coordinating (Menyelaraskan): Apabila hal yang diorganisasikan sudah jelas, maka hal berikutnya adalah menjamin bahwa organisasi tersebut dapat berjalan dengan selaras, tepat waktu, dan tepat guna.
  5. Controlling (Mengendalikan): Seluruh fungsi manajemen yang telah disebutkan harus dikendalikan untuk mencegah kesalahan atau penyelewengan. Contohnya ketika commanding bawahannya, seorang manajer harus dikendalikan oleh direktur agar tetap pada objektifnya untuk mencapai key performance indicator (KPI) yang diharapkan.

Fungsi Bisnis

Empat fungsi bisnis yang paling kuno dan paling utama ada dalam banyak perusahaan adalah sebagai berikut.

  1. Human Resource (Sumber Daya Manusia): Mencari individu yang tepat untuk ditempatkan ke dalam berbagai fungsi bisnis.
  2. Finance (Keuangan): Mencatat segala pengeluaran dan pendapatan perusahaan.
  3. Operations (Operasi dan Produksi): Memproduksi barang atau jasa yang akan dijual kepada konsumen.
  4. Marketing (Pemasaran): Memasarkan atau menjual barang atau jasa yang telah diproduksi oleh perusahaan.

Matriks Fungsi Manajemen dan Bisnis

Setelah mengetahui fungsi manajemen dan fungsi bisnis, hal selanjutnya adalah mengkombinasikan kedua fungsi tersebut untuk menggambarkan aplikasi manajemen dalam bisnis.

Gambar matriks fungsi manajemen dan bisnis

Tabel matriks fungsi manajemen dan bisnis di atas menjelaskan secara praktis bagaimana manajemen diaplikasikan dalam bisnis. Cara membaca tabel di atas, contohnya marketing, yaitu sebagai berikut.

Departemen marketing memiliki tugas untuk melakukan fungsi manajemen salah satunya planning. Tugas aktual dari planning tersebut adalah merencanakan pengeluaran biaya pemasaran dan alokasi biaya tersebut ke berbagai masing-masing kanal marketing.

Itu adalah contoh pada artikel ini. Pada prakteknya, masing-masing perusahaan bisa mendefinisikan tugas planning kepada departemen pemasaran secara berbeda sesuai dengan strategi dan taktik yang dikehendaki perusahaan.

Apabila strategi perusahaan untuk lima tahun ke depan adalah pertumbuhan jumlah konsumen, maka bisa saja tugas marketing yaitu merencanakan dan merekomendasikan kanal pemasaran lima tahun ke depan untuk menambah jumlah konsumen tanpa memandang jenis barang dan jasa yang harus dibeli.

Setelah mengetahui apa itu manajemen dan aplikasinya dalam bisnis. Kini saatnya untuk mengaplikasikannya dalam perusahaan Anda.

Referensi

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.