Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Apakah Ateis Diperbolehkan?
Religious Atheist
Gambar Religious Atheist

Jawabannya boleh, tetapi tidak saya sarankan karena itu adalah sesuatu yang merugikan diri sendiri. Silakan simak penjelasan saya selanjutnya.

Sebelum membahas secara lebih dalam tentang boleh atau tidaknya ateis, perlu dipahami dulu apa itu ateis dan bedanya dengan agama.

Definisi Ateisme

Ateisme adalah sebuah paham yang tidak mempercayai adanya Tuhan.

Asal muasal kata ateis dari mana? Ateis berasal dari bahasa Yunani yaitu a-theos (ἄθεος). Artinya “a” tanpa, “theos” tuhan, disambung menjadi tanpa tuhan.

Intinya ateis tidak mengakui sama sekali adanya Tuhan atau pencipta alam semesta beserta isinya.

Definisi Agama

Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta agama (आगम) yang artinya tradisi.

Menurut KBBI agama memiliki definisi sebagai berikut.

Sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya

Jadi sepakat ya, kalau orang beragama pasti percaya Tuhan.

Pembahasan Tentang Boleh Tidaknya Ateisme

Indonesia adalah negara ketuhanan. Setiap warga negaranya diwajibkan untuk memiliki kepercayaan terhadap Tuhan.

Negara mengidentifikasi warga negara yang bertuhan dengan cara memasukkan agama dalam KTP Indonesia. Tidak ada KTP yang tidak ada agamanya di Indonesia ini.

Oleh karenanya secara konstitusi seseorang tidak boleh tanpa agama atau tanpa Tuhan, tapi siapa peduli? Masukkan saja agama apapun dalam KTP dan tidak perlu mengaku kalau misalnya tidak percaya Tuhan, toh tidak ada yang mau cek.

Namun hal yang mau dibahas bukan itu, tetapi lebih ke arah logika kenapa sebaiknya tidak ateis.

Ateis itu rugi. Kamu tidak tahu setelah mati nanti Tuhan akan menunjukkan dirinya atau tidak. Kalau tidak ya sukur, kalau ternyata dia tampil? Rugi. Kenapa? Karena kamu tidak percaya Tuhan.

Dialog Manusia dan Tuhan Setelah Mati

Di bawah ini adalah dialog yang mungkin terjadi antara kamu dan Tuhan setelah kamu mati.


DIALOG A: Dialognya kira-kira seperti ini kalau kamu tidak percaya Tuhan dan ternyata Tuhan tidak kamu temui setelah kamu mati.

Kamu: zzz *lagi mati
Tuhan: …


DIALOG B: Dialognya kira-kira seperti ini kalau kamu tidak percaya Tuhan dan ternyata Tuhan datang menemui kamu setelah kamu mati.

Kamu: zzz *lagi mati
Tuhan: Hei manusia, kamu tidak percaya keberadaanku ya?
Kamu: Kamu siapa?!
Tuhan: Aku adalah Tuhan, kamu akan saya masukkan ke neraka sebentar lagi!
Kamu: Ampun Tuhan, ampunnn! Jangan masukkan saya ke neraka!
Tuhan: Semasa kamu hidup, kamu tidak mempercayai keberadaanku. Terlambat sudah kamu meminta maaf. *Tuhan memasukkanmu ke neraka
Kamu: ampunnn ampuunn panasssh


DIALOG C: Kira-kira seperti ini kalau kamu percaya adanya Tuhan dan ternyata Tuhan datang menemui kamu setelah kamu mati.

Kamu: zzz *lagi mati
Tuhan: Hei manusia, selamat datang
Kamu: Kamu siapa?!
Tuhan: Aku adalah Tuhan, kamu telah mempercayai keberadaanku selama kamu hidup. Oleh karenanya, aku masukkan kamu ke dalam surga!
Kamu: Terima kasih Tuhan!


Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kamu akan rugi ketika kamu percaya akan adanya Tuhan? Tidak sama sekali.

Orang yang bilang rugi itu hanya egonya saja yang terlalu tinggi. Berpikir pakai logika bukan ego.

Logika Kenapa Harus Percaya Tuhan

Ketika kamu tidak percaya Tuhan kemungkinan yang terjadi adalah DIALOG A dan DIALOG B. Kamu tidak akan sampai pada DIALOG C. Artinya probabilitas kamu masuk neraka adalah 50% dan probabilitas masuk surga 0%.

Sedangkan ketika kamu percaya Tuhan yang mungkin terjadi adalah DIALOG A dan DIALOG C. Artinya probabilitas kamu masuk surga adalah 50% dan probabilitas masuk neraka 0%.

Lihat! Sungguhlah rugi kalau kamu tidak percaya Tuhan.

Praktisnya Bagaimana?

Percayalah pada Tuhan. Tidak harus percaya agama yang penting percaya Tuhan. Jangan sampai ateis.

Kalau kamu sudah berkelakuan baik dalam hidup, sebenarnya kamu tidak perlu agama. Dengan berkelakuan baik kamu sudah memiliki agama yaitu etika.

Tapi kalau kamu maksa, bolehlah ateis asal kamu siap dengan probabilitas 50% kamu masuk neraka dan 0% masuk surga.

Mau?

Referensi

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.