Direktori Filsafat dan Manajemen

Filsafat dan manajemen jadi satu
Daftar Pertanyaan Tentang Filsafat Pancasila dan Dasar-dasarnya
Pancasila Dasar Negara Indonesia
Gambar Pancasila Dasar Negara Indonesia

Sebelum membahas pertanyaan apa saja yang dapat diajukan berkaitan dengan filsafat Pancasila, harus diketahui terlebih dulu apa itu filsafat Pancasila?

Definisi filsafat Pancasila adalah ilmu yang mempelajari berbagai dasar, latar belakang, dan alasan diciptakannya Pancasila.

Pancasila itu sendiri memiliki lima butir yang terdiri sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kelima butir Pancasila memiliki pengamalannya masing-masing yang telah dicantumkan dalam Ketetapan MPR.

  • Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila merupakan Ketetapan MPR pertama yang mendefinisikan tentang kelima butir Pancasila.
  • Ketetapan MPR No.XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetia Pancakarsa) dan Penetapan Tentang Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Negara. Tap MPR tersebut merupakan instruksi pencabutan Ketetapan MPR No.II/MPR/1978.
  • Ketetapan MPR No.I/MPR/2003 merupakan Ketetapan MPR kedua sekaligus paling termutakhir yang mendefinisikan pengamalan kelima butir Pancasila.

Pertanyaan

Berikut adalah daftar pertanyaan yang dapat digunakan sebagai materi diskusi dan kontemplasi tentang filsafat Pancasila.

  1. Mengapa Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dicabut lalu butir-butir pengamalannya diganti, dikurangi, atau ditambahkan dengan butir-butir pengamalan dalam Ketetapan MPR No.I/MPR/2003?
  2. Apa alasan masing-masing butir pengamalan Pancasila yang lama pada Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 diganti atau dikurangi?
  3. Apa alasan masing-masing butir pengamalan Pancasila pada Ketetapan MPR No.I/MPR/2003 ditambahkan?
  4. Apakah Pancasila adalah produk yang dibuat atas dasar pemikiran dan perspektif sebagian orang saja yaitu Muhammad Yamin dan Soekarno, atau memang atas dasar observasi terhadap mayoritas rakyat Indonesia?
  5. Apakah ada yang kurang dalam Pancasila untuk kehidupan bermasyarakat di Indonesia? Apakah itu?
  6. Bagaimana pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia? Adakah segmen masyarakat yang tidak cocok dengan Pancasila? Apakah alasannya? Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah?

Keenam pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang dapat dilontarkan dalam diskusi tentang filsafat Pancasila.

Namun, sebaiknya para anggota diskusi mempelajari sejarah tentang berdirinya negara Indonesia dan sejarah Pancasila agar diskusinya lebih terarah, mengurangi debat kusir, dan bermanfaat.

Silakan unduh Tap MPR tentang Pancasila di bawah ini sebagai referensi.

Artikel di atas belum ada komentar. Jadilah komentator petama di artikel ini..

* Wajib diisi.